Jumat, 14 Desember 2012

Catatan Sedih Seorang B.J.Habibie




Rabu 





... CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE ...


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...



Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan kepona

kannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.


Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.



Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.






Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).



Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?



Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.



Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.



Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.



N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………



Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:



“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..



“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.



Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara.



Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia.



Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”.



“Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.



Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?”



Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.



“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….”



“Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….”



“Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?”



“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”.



“Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”



Pak Habibie menghela nafas…………………..



***



Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;



Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).



Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.



Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG).



Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop.



N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.



Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..



N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.



Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.



***



Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..



“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.



“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,



Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”



Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:



“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”



Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………



“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.



Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”



Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.



Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………



“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.



Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.



Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;



1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!



2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………



3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.



Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”



Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;



“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia…….



Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”



Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………



Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;



“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………



Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).



Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.



Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.



Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.



Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”



***
Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.



Jakarta, 12 Januari 2012



Salam,
Capt. Novianto Herupratomo



***
Cerita itu saya kutip dari notes facebook disini, sebuah renungan yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita. Betapa menyedihkan sebuah bangsa yang tak pernah menghargai orang berilmu! Tak pernah memberi kesempatan kepada anak bangsa untuk menjadikan bangsanya mandiri! Entah ada apa dengan negara ini…! Entah dimana mata dan telinga para penguasa diletakkan!



Saya seorang peneliti, yang tahu betul bagaimana kami dilatih untuk bertindak. Bahwa kami harus melakukan segala macam upaya agar output yang dihasilkan adalah output yang QCD!



Tak sekali dua kali proposal yang sudah kami susun berhari-hari bahkan berminggu-minggu mengalami pernyempurnaan di segala sisi? Tak sekali dua kali para evaluator selalu menjadi pendamping kami dalam melaksanakan serangkaian percobaan.



Tak sedikit pikiran dan tenaga kami habis untuk bagaimana selalu menyempurnakan metode hingga output tercapai. Kami juga kadang tak berontak saat kerja bertahun-tahun tapi gaji yang kami dapat hanya setara dengan goyangan ngebor Inul satu jam! dan yang lebih menyedihkan, karya kami hanya mendapat cibiran, jika tidak akhirnya dipinggirkan!



Entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini! sepertinya posisi orang berilmu memang sudah tak lagi mendapat tempat, jadi siapa yang salah jika akhirnya mereka mencari tempat lain?



Dan saya perempuan, dan seorang muslimah. Maka apapun profesi saya, saya tetaplah muslimah dan perempuan. Seseorang yang mendapat kehormatan dan kemuliaan menjadi seorang Ummu warobatul bait, Istri sekaligus Ibu dan pengatur rumah tangga.



Maka jika aktivitas dan profesi yang kutekuni menjadikanku abai terhadap peranku, aku akan meninggalkannya dan memilih tempat yang lebih memuliakanku, yaitu menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga. Bukan seorang Ibu semu, yang hanya berperan melahirkan dan memberi makan, tanpa pernah menjadi teladan, pengajar, pendengar dan teman untuk anak-anaknya…



Dan entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini, jika RUU Kesetaraan Gender lalu diketok palu menjadi UU!… bersiaplah menjadi orang-orang yang menggoreskan catatan sedih, dengan kebijakan negeri ini…



***
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....



Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang temen2mu gabung dg klik ‘Invite Your Friends’
Foto: ... CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE ... Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo. Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta. Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap. Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!). Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini? Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung. Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250. N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan……………… Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb: “Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan…………….. “Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”. “Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?” Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya. “Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….” “Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….” “Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?” “Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”. “Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!” Pak Habibie menghela nafas………………….. *** Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas; Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini. Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama…………….. N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini. Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320. *** Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya……………….. “Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”. “Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD, Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!” Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb: “Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………” Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ……………………… “Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………” Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang. Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan…………………… “Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah. Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’. Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan; 1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa! 2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus…………… 3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup. Saya pilih opsi yang ketiga……………………….” Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya; “Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia……. Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia” Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata………………………… Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya; “Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui………………… Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing). Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka. Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat. Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain. Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….” *** Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun. Jakarta, 12 Januari 2012 Salam, Capt. Novianto Herupratomo *** Cerita itu saya kutip dari notes facebook disini, sebuah renungan yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita. Betapa menyedihkan sebuah bangsa yang tak pernah menghargai orang berilmu! Tak pernah memberi kesempatan kepada anak bangsa untuk menjadikan bangsanya mandiri! Entah ada apa dengan negara ini…! Entah dimana mata dan telinga para penguasa diletakkan! Saya seorang peneliti, yang tahu betul bagaimana kami dilatih untuk bertindak. Bahwa kami harus melakukan segala macam upaya agar output yang dihasilkan adalah output yang QCD! Tak sekali dua kali proposal yang sudah kami susun berhari-hari bahkan berminggu-minggu mengalami pernyempurnaan di segala sisi? Tak sekali dua kali para evaluator selalu menjadi pendamping kami dalam melaksanakan serangkaian percobaan. Tak sedikit pikiran dan tenaga kami habis untuk bagaimana selalu menyempurnakan metode hingga output tercapai. Kami juga kadang tak berontak saat kerja bertahun-tahun tapi gaji yang kami dapat hanya setara dengan goyangan ngebor Inul satu jam! dan yang lebih menyedihkan, karya kami hanya mendapat cibiran, jika tidak akhirnya dipinggirkan! Entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini! sepertinya posisi orang berilmu memang sudah tak lagi mendapat tempat, jadi siapa yang salah jika akhirnya mereka mencari tempat lain? Dan saya perempuan, dan seorang muslimah. Maka apapun profesi saya, saya tetaplah muslimah dan perempuan. Seseorang yang mendapat kehormatan dan kemuliaan menjadi seorang Ummu warobatul bait, Istri sekaligus Ibu dan pengatur rumah tangga. Maka jika aktivitas dan profesi yang kutekuni menjadikanku abai terhadap peranku, aku akan meninggalkannya dan memilih tempat yang lebih memuliakanku, yaitu menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga. Bukan seorang Ibu semu, yang hanya berperan melahirkan dan memberi makan, tanpa pernah menjadi teladan, pengajar, pendengar dan teman untuk anak-anaknya… Dan entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini, jika RUU Kesetaraan Gender lalu diketok palu menjadi UU!… bersiaplah menjadi orang-orang yang menggoreskan catatan sedih, dengan kebijakan negeri ini… *** .... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan




Rabu, 12 Desember 2012

Lulu Syifa's Blog: Remaja Di Social Media



Remaja Di Social Media








Pernah gak liat status kayak gitu di home kalian? Berdoa kok di status, emangnya Tuhan punya facebook? #mikir




Gimana gak bingung, orang gue baca tulisannya dia aja bingung -_____-“

Tapi itu sih lebih mending dari pada status-status ini








*Deg* rasanya kalo udah liat status kayak gitu. Apalagi misalnya orang yang bikin status itu orang yang kita kenal.


Hmmm...

Zaman sekarang perasaan orang bisa ditebak lewat statusnya, lewat tweet-tweetnya. Karena apa? Karena gak sedikit remaja yang perasaannya lebih terbuka didunia maya dari pada sama orang tuanya. Termasuk Syifa juga sih

Dunia maya emang gak pernah ada matinya. Termasuk Syifa juga “terjaring” didalamnya. Rasanya seru aja, tanpa harus keluar rumah kita bisa chatting sama orang-orang diluar sana. Tapi kalo Syifa sih, memanfaatkan dunia maya gak cuma buat ngobrol aja. Tapi juga berkarya,misalnya menulis cerita.

Akan lebih berguna banget kalo akun social network kita dipake buat hal yang bermanfaat, gak cuma dipake tempat curhat. Misalnya masuk ke grup-grup kece di facebook dan ngembangin diri disana, atau mungkin jualan di facebook. Yah, Syifa sih lebih setuju sama kegiatan online shop yang promosiin barangnya di facebook. Seenggaknya kegiatannya kenilai lebih bermanfaat dari pada pake facebook cuma buat kayak gini




Kasian banget. Like aja minta-minta -____-“


Apalagi kayak gini





Prihatin banget, padahal gak setiap cowok kayak gitu yah coba kalo dia single aja #eh jomblo cari temen

Socmed ternyata ada plus-minusnya. Tergantung penggunanya aja. Jangan sampe deh kita lebih terbuka didunia maya dari pada sama orang tua. Aktivitas harus dibatasin juga, jangan sampe diculik sama kenalan baru di socmed kayak di Tv-Tv gitu ih takut >_<

Yahaaa segitu aja sih postingannya.


Salam Cipa Cacing :D


***


Diketik Oleh Lulu Syifa Fauziah Pada 4/09/2012 09:37:00 PM

Selasa, 11 Desember 2012

Apakah Anda Pria Dewasa?




Originaly post: hitmansystem.com
 Ayah saya adalah anak ketiga, putra pertama, dari 11 bersaudara. Pada waktu itu mitos “banyak anak banyak rejeki” masih mengakar kuat dan belum ada KB ataupun alat kontrasepsi, jadi orang-orang pada jaman itu beranak pinak seperti kelinci.Logika orang pada waktu itu sederhana, bagi warga desa yang sebagian besar adalah petani, memiliki anak banyak akan sangat bermanfaat karena anak-anak mereka bisa menjadi tenaga kerja murah meriah. Punya banyak anak adalah sebuah trend di kalangan suami-istri di jaman itu.

Masalahnya, kakek saya bukan petani. Beliau membuka usaha toko foto di sebuah kota kecil di Lampung, dan untuk membiayai 11 anak bukanlah hal yang mudah. Solusi yang dilakukan para orang tua pada jaman itu adalah: anak wanita secepatnya dinikahkan agar lepas dari tanggung jawab finansial orang tua, anak pria pergi merantau dan hidup mandiri menjalani kehidupannya sendiri. Ayah saya mulai merantau dan pergi dari rumahnya sejak usia 17 tahun. Keluar dari pulau Sumatera dan tiba di pulau Jawa untuk mengadu nasib. Mulai dari kerja membantu saudara, hingga menjadi salesman keliling. Pada masa itulah beliau bertemu dengan ibu saya, keduanya jatuh cinta, dan menikah. Ayah saya berusia 25 tahun dan ibu saya 20 tahun ketika menikah. Setahun kemudian, lahirlah saya. Anak pertama yang chubby dan super imut. Di usianya yang baru 26 tahun, ayah saya sudah menjadiseorang wiraswatawan, suami, dan ayah sekaligus.Tapi kisah ayah saya bukan sebuah kisah yang unik. Pada waktu itu hampir semua pria melakukan hal yang sama. Saya yakin kisah yang mirip juga terjadi dalam keluaga Anda. Bagaimana ayah Anda merantau, keluar dari rumah, hidup mandiri, dan membentuk keluarga di usia yang relatif masih muda untuk ukuran jaman sekarang. Itu pula sebabnya ayah saya dan ayah Anda terlihat begitu matang dan penuh pengalaman, seorang pria dewasa yang seutuhnya.Apakah Artinya Dewasa?Seseorang dianggap dewasa secara biologis ketika sudah melewati masa pubertas dan matang secara seksual yang memungkinkan dia untuk bereproduksi dan memiliki keturunan. Dewasa secara hukum di negara kita adalah ketika seseorang mencapai usia 17 tahun, di mana dia dianggap sebagi sebuah entitas yang independen, memiliki KTP, berhak untuk bekerja, untuk menikah, dan untuk ikut serta dalam pemilu. Seseorang juga biasanya dianggap dewasa ketika sudah menikah, tapi di jaman modern ini, pernikahan adalah sebuah pilihan dan tidak lagi menjadi sebuah keharusan. Tentu saja kita semua mengerti, bahwa kedewasaan bukan hanya soal biologis, legalitas dan pernikahan, tapi juga tentang kematangan emosional dan karakter seseorang. Kemampuan untuk mengambil keputusan yang benar, dan bersikap dalam berinteraksi dengan dunianya serta orang lain.Lalu bagaimana caranya mengukur kedewasaan emosional seseorang? Coba lihat kisah yang terjadi di sekitar kita sekarang. Kedewasaan dalam diri seorang pria sudah menjadi sebuah unsur yang sangat teramat langka. Pria dewasa yang matang adalah spesies langka di jaman sekarang, coba saja tanya pada para wanita bila Anda tidak percaya. Itu sebabnya banyak wanita lebih tertarik pada pria yang jauh lebih tua, itu sebabnya Anda banyak melihat wanita muda cantik rela menjalin hubungan dengan pria beristri, karena citra kedewasaan yang terpancar dari mereka. Meskipun pria tersebut belum tentu juga memiliki kedewasaan emosional, tapi paling tidak, menjalin hubungan dengan pria yang TERLIHAT dewasa terasa lebih nyaman bagi wanita dibanding dengan pria yang sebaya.Begitu banyak permasalahan hubungan romansa yang saya dengar, baik itu dari teman, klien konsultasi, maupun sekedar dengar sana-sini, berakar dari ketidakdewasaan sang pria. Ketidakmampuan sang pria untuk bertanggung jawab, mengambil keputusan, menerima konsekuensi, dan mengatasi konflik, berujung menjadi masalah serius yang membawa penderitaan dan kesedihan: hamil di luar nikah, MBA (Married By Accident -- nikah terpaksa karena hamil), aborsi, perceraian, kekerasan dan penganiayaan dalam hubungan, dan sebagainya.


Kebanyakan pria jaman sekarang adalah bocah-bocah egois kekanakkan, bedanya hanya pada bulu kemaluan dan jenggot. Pria-pria egois anak mami yang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, memiliki emosi yang tidak stabil, suka ngambek, pencemburu, posesif, ngarep kronis, selalu nurut pada orang tua, dan yang terparah, bersikap kasar dan memakai kekerasan terhadap wanita untuk mengatasi konflik. Persis seperti seorang bocah cilik yang suka ngambek dan hobi menjahati anak lain yang lebih lemah daripadanya. Saya melihat ini sebagai sebuah permasalahan sosial yang serius.Kenapa bisa jadi begini? Apa yang sebenarnya terjadi? Jawabannya ada pada kisah ayah saya, dan cerita ayah-ayah Anda semua yang mirip dengan kisah diatas.Kisah Pria Masa KiniPertumbuhan dan kemajuan ekonomi membuat generasi kita tidak perlu lagi mengalami keterpaksaan untuk hidup mandiri seperti ayah-ayah kita dulu. Begitu lahir, segala sesuatunya sudah tersedia. Makanan, tempat tinggal, edukasi, dan uang jajan, adalah hal-hal yang langsung kita miliki. Hal-hal yang pada jaman dulu adalah sebuah kemewahan sudah menjadi hal yang normal dan wajar. Ditambah lagi dengan orang tua kita yang ingin memastikan anaknya selalu terpelihara tanpa kekurangan suatu apapun, membuat mereka enggan untuk melepas anaknya untuk hidup mandiri. Tanpa disadari, hal ini membuat pria-pria menjadi anak mami yang manja.Dewasa ini kita bisa melihat di sekeliling kita, pria-pria yang bahkan di usia di atas 30 tahun masih tinggal dengan orang tuanya dan bergantung secara emosional pada orang tuanya. Khususnya, sang ibu tercinta. Makan masih dimasakin mama, pergi larut malam masih dicariin mama, segala keputusan besar harus dengan persetujuan mama, masalah pacar pun harus sesuai kriteria yang mama inginkan. Jujur saja, tinggal bersama orang tua memang nyaman tapi ketika Anda tidak bisa mengurus diri sendiri dan mengambil keputusan sendiri, Anda tidak akan pernah bisa menjadi seorang pria dewasa seutuhnya.Satu hal yang harus diingat, kedewasaan yang saya maksud tidak ada hubungannya dengan mandiri secara finasial. Karena saya melihat begitu banyak pria dengan karir dan bisnis yang sukses tapi memiliki sifat egois yang kekanakkan bila berhadapan dengan pasangannya dan menjadi bocah tukang ngambek di hadapan orang tuanya. Seorang bocah ceroboh yang tidak pernah berpikir panjang, karena dia tahu bahwa bila terjadi sesuatu yang tidak enak, dia tinggal berlindung ke balik ketiak mamanya.Bagaimana mungkin Anda menjadi pria dewasa yang seutuhnya bila orang tua Anda saja tidak menganggap Anda dewasa dan selalu melihat Anda sebagai anak kecil yang harus diatur-atur dan dijaga? Coba dipikirkan..Konflik Anak vs. Orang TuaSaya TIDAK menganjurkan Anda untuk melawan dan menentang orang tua, jangan sampai salah paham! Justru tindakan melawan dan menentang adalah sikap seorang bocah ingusan yang tidak memiliki kendali. Seorang pria dewasa harus memiliki kapasitas emosional untuk tidak melawan, tetap mencintai orang tuanya, tapi juga mengerti bahwa yang menjalani hidupnya adalah dirinya sendiri. Saya mengajak Anda untuk mulai bersikap sebagai pria dewasa yang mampu mengambil keputusan bagi hidup Anda sendiri. Orang tua ingin anaknya aman sejahtera dalam kandang, tapi anak ingin terbang bebas dan mengarungi kehidupan, terciptalah sebuah konflik kepentingan. Konflik antara anak dan orang tuanya adalah salah satu konflik utama dalam perkembangan diri seorang manusia, bagaimana cara Anda mengatasi konflik inilah yang akan menentukan kedewasaan Anda di mata orang tua. Bila Anda tidak bisa menyelesaikan konflik dengan orang tua Anda sendiri, bagaimana mungkin Anda bisa menyelesaikan konflik dengan orang lain dan pasangan Anda? Bila Anda tidak bisa mengkomunikasikan dengan baik dan membuat orang tua Anda sendiri mengerti tentang keinginan hati Anda, bagaimana mungkin Anda bisa melakukan hal tersebut pada orang lain dan pasangan Anda? Bila jalan hidup Anda masih ditentukan oleh orang tua Anda, bagaimana mungkin Anda bisa menjadi pemimpin bagi wanita yang menjadi pasangan Anda? Bila Anda sendiri manja dan selalu mencoba menyelesaikan konflik dengan cara marah, ngambek, ataupun cuek menghindari masalah, bagaimana mungkin Anda bisa mengayomi wanita pasangan Anda yang juga manja dan tukang ngambek? Wajar saja bila hubungan Anda dengan wanita selama ini selalu penuh dengan konflik yang tidak terselesaikan, Anda dan pasangan Anda seperti dua bocah egois yang selalu bertengkar dan saling ngambekan. Putus-nyambung, putus-nyambung seperti koneksi intrenet dengan modem murahan.Menjadi Pria DewasaMenjadi dewasa adalah sebuah proses yang akan terus berlanjut seumur hidup, sebuah proses tiada henti untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Saya juga tidak bisa mengaku bahwa saya sudah dewasa sepenuhnya, tapi paling tidak saya bisa memberikan beberapa tips dan acuan untuk membantu Anda:
  1. Mandiri secara finansial. Ini adalah langkah pertama menuju kedewasaan. Tidak mungkin Anda bisa dianggap dewasa oleh siapapun, bila makan dan beli hand-phone saja masih minta pada orang tua. Miliki pekerjaan yang layak dan hidupi diri Anda sendiri, ini adalah ukuran kedewasaan universal yang berlaku di seluruh dunia.
  2. Bersikaplah sebagai individu yang independen di hadapan orang tua Anda.Ingat, meskipun mereka adalah sosok yang membesarkan Anda, tapi saat ini posisi Anda dan mereka sama-sama manusia dewasa dengan harkat dan martabat yang setara. Anda wajib menghormati orang tua Anda, sebagaimana orang tua Anda juga wajib menghargai Anda sebagai individu yang dewasa. Bicarakan segala konflik dengan baik-baik, Anda tidak perlu menentang tapi Anda juga tidak harus menuruti segala keinginan mereka. Tentukan batasan yang jelas tentang apa yang bisa mereka atur dalam hidup Anda, dan apa yang menjadi hak asasi Anda.
  3. Berpikir panjang dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala resiko. Ada begitu banyak masalah dalam hidup Anda yang bisa dihindari dan tidak perlu dialami, bila Anda mau sedikit saja berpikir dan melihat segala resiko yang ada. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan. Sebagai pria dewasa, sudah seharusnya Anda memiliki kemampuan untuk menganalisa setiap permasalahan dengan logis dan mengambil keputusan yang terbaik, terutama bagi diri Anda sendiri, dan juga bagi orang lain di sekitar Anda. Penyesalan terjadi akibat kelalaian seseorang mempertimbangkan resiko ketika mengambil keputusan, dan ketika penyesalan datang, segala sesuatunya sudah terlambat. 
  4. Terima segala konsekuensi dan jangan menyalahkan orang lain. Meskipun sudah berpikir matang dalam mengambil keputusan, tapi terkadang hal-hal tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan Anda harus mengalami pengalaman yang pahit dan tidak enak. Tapi sebagai pria dewasa, tugas Anda adalah untuk menerima semua itu dengan lapang dada dan tidak menyalahkan siapapun, ingat semuanya adalah hasil keputusan Anda. Jadikan itu sebagai pelajaran berharga.
  5. Kendalikan diri dan emosi dalam menghadapi konflik. Hanya bocah ingusan yang selalu mengikuti emosinya dan tidak bisa mengendalikan dirinya, tapi Anda sudah bukan bocah lagi sekarang, jadi belajarlah mengendalikan diri dan emosi Anda. Memang tidak bisa instan, karena pengendalian diri adalah sebuah skill yang hanya bisa dikuasai lewat proses latihan yang panjang. Buang kebiasaan memaki dan berkata-kata kasar, dan ganti dengan kebiasaan mengekspresikan pikiran lewat komunikasi baik-baik.
  6. Hormati dan hargai setiap orang sebagai sesama manusia. Sebagaimana Anda berhak untuk diperlakukan dengan baik selayaknya seorang manusia, maka Anda juga wajib untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan menghargai hak individunya. Sebagai anggota masyarakat, Anda harus mengerti norma-norma sosial yang berlaku dan bersikap sesuai norma-norma tersebut ketika berinteraksi dengan setiap orang. Hargai dan terima perbedaan, karena Anda hidup dalam dunia yang terdiri dari beragam jenis orang. Ketika Anda terbiasa melakukan hal-hal diatas, maka tidak akan sulit bagi Anda untuk menerapkannya dalam konteks hubungan romansa dengan pasangan Anda. Hubungan Anda akan menjadi lebih sehat, saling menghargai, lebih memuaskan, dan Anda pun akan merasa lebih bahagia. Ketika Anda bahagia, pasangan Anda pun akan bahagia. Bukankah itu yang Anda inginkan?

    Tinggalkan sang bocah dalam diri Anda, dan berdirilah sebagai pria dewasa.\
Sahabat Anda,


Jumat, 07 Desember 2012

Cantik itu soal fisik dan genetik.. menarik itu soal packaging dan marketing. -@lexdepraxis



Albertina S.C. | Kamis, 19 Juli 2012 - 10:43:51 WIB



(Bintang utama "Christine"./.vogue.com.au)

JAKARTA – America Ferrera termasuk aktris yang cerdas memanfatkan arus deras media baru atau new media. Setelah sukses lewat serial televisi Ugly Betty, kelahiran Los Angeles, 18 April 1984 ini memperkuat porto folionya dengan beralih dari televisi ke serial drama komedi di situs Youtube. 
Istri sineas Ryan Piers Williams ini menjadi bintang utama Christine. Ferrera memerankan Christine, yang berpusat pada mahasiswa pascasarjana berusia 29 tahun yang mencari cinta dalam kencan kilat di malam hari. 
Setiap episode Christine memperlihatkan adegan dalam satu kencan: beberapa di antaranya menyenangkan, beberapa canggung, dan beberapa lainnya benar-benar mimpi buruk. 

Film 12 seri ini adalah bagian dari saluran baru di YouTube yang disebut WIGS, yang menghasilkan serial web berkualitas tinggi berdurasi 10 menit. Christine disebut-sebut serial generasi baru yang menarik, cerdas, lucu, dan dalam yang diramu khusus untuk web.

Sebagai Betty Suarez dalm Ugly Betty, Ferrera meraih Golden Globe, Screen Actors Guild, dan Emmy Award. Dan, lewat Christine, peluang bintang film Real Women Have Curves, Tinkerbell, danThe Sisterhood of the Traveling Pants, untuk menunjukkan aktingnya dan membawa pulang penghargaan diyakini terbuka lebar.





'...Setiap orang bisa berubah sesuai dengan apa yang dia pikirkan, bukan selalu menjadi diri sendiri apa adanya, tapi berubah menjadi diri yang lebih baik ada apanya, berubahlah untuk maju,,,'

Cantik itu soal fisik dan genetik.. menarik itu soal packaging dan marketing. ;)


"Aku memang begini, terimalah aku apa adanya" - kalimat sakti para pengecut yang takut untuk jadi lebih baik

Kamis, 06 Desember 2012

Apakah kamu terlalu menggeneralisir



Tidak semua orang  suka digeneralisasi, termasuk aku juga,  itu seperti kamu gak bisa ngejudge aku, karena kamu belum sepenuhnya tau dan mengenal siapa aku sebenarnya, dan aku yakin beberapa orang, termasuk kamu juga mempunyai pikiran yang sama.
Penggeneralisiran suatu masalah, sebaiknya diperhatikan kembali deh, tidak mudah membuat pandanganmu menjadi pandangan umum yang dapat diterima banyak orang. 


Tanpa disadari kadang kita mengucapkan kata-kata menjurus ke generalisasi, biasanya selalu diikuti kata-kata ini:
…Seharusnya, Semuanya, Selalu, Sering, setiap orang, segalanya, tidak pernah, setiap hari, harus, semua, past, gak boleh, melarang….  Kecuali memang hal itu benar mutlak, sebuah kepastian yang benar faktual.
Untuk menghindarinya sebaiknya, gunakan kata-kata ini
Kalau bisa, gak semuanya, walau, terkadang, gak semua orang, beberapa orang, belum tentu,apabila, gak semuanya, belum tentu, ada baiknya, mungkin, gak selamanya, tidak selalu.
Dalam artian begini, dalam menyampaikan suatu hal kita perlu juga memperhatikan ke relatifan suatu masalah. 
Anyway, tidak sedikit orang yang terlalu cepat menggeneralisasikan suatu masalah berdasarkan pandangannya sendiri dan mengambil kesimpulan sepihak, tanpa melihat fenomena lain yang dilakukan oleh individu, berdasarkan pengalamnya saja, dan dijadikan sebagai sebagai gambaran umum. Ribet ya bahasanya?? Hehehee..

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum, - Wikipedia

Nah itu tentang penulisan, berlaku juga dalam hal pemikiran, Terlalu cepat menggeneralisasikan suatu hal menjadi pandangan umum, padahal yang digeneralisasi belum sepenuhnya mewakili banyaknya fenomena lain. Masih ribet juga untuk mengartikannya?? Oke aku beri contoh deh, misalnya si Joko itu orangnya ganteng, dia mengkhianatimu, Arya cowo yang tampan dia memutuskanmu tanpa sebab, Dodi keren, menghilang tak jelas. Rambo cakep tapi tukang selingkuh. Nah karena kamu mengalami beberapa fenomena tadi,pasti ada aja orang yang menggeneralisikani kalau orang yg rupawan itu adalah tipe orang yang gak setia. Belum tentukan?? Makanya janganlah terlalu cepat menggeneralisir, gak semua cowo kaya gitu toh. Contoh lain misalnya Rini gadis cantik punya banyak teman dan dia selalu tersenyum, ada juga sebut aja namanya bunga, cakep dia semangat untuk aktifitasnya setiap hari. Nah jangan cepat beranggapan dan menggeneralisasi kalau cewe cakep itu selalu bahagia, faktanya  gak semua cewe cakep itu hidupnya bahagia, ternyata banyak  juga yang kesepian malah :)

Otak yang cerdas ditambah pikiran yang terbuka, menghasilkan sebuah pribadi yang luar biasa. - @HonjiMilagro


Terlalu cepat menggeneralisasi suatu hal, malah membuat pikiranmu jadi tertutup, hanya terfokus pada satu titik, tanpa memperhatikan hal-hal lain yang juga punya pengaruh, apalagi generalisasi yang kamu buat gak tepat, bahkan salah, kalau didalam pelajaran bahasa Indonesia, generalisasi yang kamu lakukan itu gak sempurna. Kalau masih bingung coba deh buka link Ini bacaan yang cocok buat kamu lebih paham apa artinya generalisasi» po.st/DxRWQy.

Ada cewe yang meggeneralisasi semua laki-laki sama aja, bajingan, kamu gak tau banyak pria bosan dibilang gini terus-menerus. Bukan cewe aja, ada juga cowo yang menggeneralisikan, kalau semua cewe itu adalah matre, gak juga kan?? Ya Cuma mau ngingatin aja hati-hati dalam menggeneralisi suatu hal, kamu bisa dikatakan berpikiran sempit, dangkal, paling parahya dibilang bego. Terlalu cepat ngambil kesimpulan tentang pandangan umum.

salah satu contohnya, sama halnya teroris, kebanyakan yg melakukan itu adalah kelompok  dari agama X, tentunya gak seenak jidatmu bilang kalo semua kelompok dari agama X itu teroriskan? sama sepertinya amerika yang terlalu arogan untuk ngurusin masalah dunia, nah, apa hak kamu untuk menghina bangsanya? Membakar benderanya, selain itu gak berefek sama mereka, apa bedanya sama orang moron?? LOL, oke forgot it, aku tahu, kamu bukan salah satu dari mereka.

Kalau gaksaalh ye GENERALISASI itu pernah dipelajari waktu SMA, coba dingat-ingat lagi deh, kemudian aplikasikan itu ke pola berpikir.  Selamat berusaha menjadi manusia yang berpandangan dan berpikir luas.

 Charmerciello

Selasa, 04 Desember 2012

A Small Slap (sebuah tamparan kecil)



Actually entry ini udah pernah tampil di blog Hitmansytem.com. But here @JetVeetLev share it again.
—————————
Beberapa minggu kemarin, saya beberapa kali harus melintasi Jalan Semanggi-gatot subroto di sore hari yg mana berarti tepat ketika masa three in one berlaku. Buat yg tidak tinggal di Jakarta biar saya jelaskan sedikit apa itu Three In One.
Three In One adalah peraturan dari kepolisian Jakarta, yg mana menyatakan pada jam-jam tertentu di jalan-jalan tertentu di ibukota, setiap kendaraan pribadi beroda 4 wajib memiliki 3 orang atau lebih didalamnya. Karena saya menyetir sendiri, berarti saya terpaksa harus mengangkut joki untuk bisa melintas di jam2 tersebut.

Dari beberapa kali saya mengambil joki, baru sore itu saya bertemu dengan joki yang lewat kisahnya menampar keras realita saya.Sebut saja namanya Ibu Haryani, di sore itu dia menjadi joki sambil menggendong balita yg berumur 3 tahun. Seperti biasa saya selalu menanyakan hal yg sama kepada setiap Joki,
“Tiap hari ya bu ngejoki?”
“Iya tiap hari pak..”
“Oh.. ini cucu ya bu?”
“haha.. bukan pak, ini anak saya…memang masih kecil, bedanya 8 tahun sama anak yang sebelumnya..”
Dan dari situ saya mendapatkan sebuah kisah menarik.
Ibu Haryani, ternyata punya 6 anak. Dia tidak ikut KB karena dulu ketika ia masih tinggal di kampung, orang-orang kampungnya melihat unyeng2nya (ini apa saya gak tau) berjumlah 5 yg mana berarti
minimal anaknya 5..
“Ya sudahlah selama masih dipercaya Allah ya beranak terus aja.” kata dia, well saya sempat ingin tertawa disini, geleng-geleng kepala, dan berkata dalam hati
“Ya elah udah tau susah kok lahirin anak mulu!!”.
Kata orang ini salah satu penyebab Indo tidak maju-maju, generasi barunya tidak dihambat perkembangannya terus dibiarkan beranak sampai banyak dan akhirnya kesulitan sendiri untuk membimbing anak-anaknya sekolah dan jadi pintar. Bandingkan dengan Cina yg sempat melarang anak lebih dari 1. But itu entry blog yg lain. 
Saya melanjutkan pertanyaan saya,
“Ibu kerja selain joki kerja apa bu?”
“Joki aja sih dek.. Dulu sempet jadi pembantu tapi udah berhenti”
Pekerjaannya dulu selain menjadi joki di pagi dan sore hari adalah menjadi asisten rumah tangga, namun semenjak anak terakhirnya ini sudah mulai gede dia kerepotan karena anaknya susah dijaga.
Jadi dia memutuskan untuk berhenti jadi asisten rumah tangga dan fulltime ngejoki.
Anak pertama dan keduanya sudah menikah dan tidak lagi mengurus sang ibu karena sudah mengurusi keluarga mereka masing2.
“Oh lebih ringan dong ya bu?”
“Iya Alhamdulillah”
“Anak2 ibu gak ngasih ibu uang?”
“Gak dek, gpp..Mereka yg penting bisa urus keluarga mereka..” ujarnya sambil tersenyum.
Buat sang ibu tidak diurusi itu tidak masalah yang penting kedua anaknya mampu menghidupi keluarga mereka masing2 dan dia bersyukur sekali.
Dua dari 6 anaknya diangkat anak oleh kakak dari ibu Haryani karena kakaknya tersebut tidak memiliki anak.
“Alhamdullilah kakak saya mau membantu” katanya.
“Suami ibu bekerja?” saya bertanya.
“Ah suami saya sudah meninggal 2 tahun yang lalu” ujarnya sambil tetap tersenyum.
 Dan dari sana saya terkejut, seorang ibu yg tua, punya satu anak balita, satu lagi masih SD, tanpa suami.
Hidupnya pasti berat. Dia bercerita, kalau anaknya yg kelima baru masuk 1 smp.
Belum lagi saya bertanya bagaimana bayarnya, dia sudah bercerita lagi.
“Alhamdulillah, rejeki dari Allah, saya bisa aja bayarin sekolahnya. Memang kadang musti nunggak, tapi saya jujur bilang ke sekolahnya kalau saya kerjanya Joki. Jadi kalau lagi hari bagus, sehari dapet 4 kali angkut saya bisa dapet 100 ribu saya buru2 ke sekolah anak saya dan bayarin spp nya..” Ujar ibu Haryani sambil tersenyum senang.
“Untungnya lagi, sekolahnya tidak menahan buku pelajaran. Tapi memang mahal sih, 500 ribu untuk buku pelajaran aja. Trus gak ada tuh pak namanya sekolah gratis, kita disuruh bayar juga uang gedung, 1.5 juta, untungnya lagi rejeki dari Allah selalu ada, saya bisa bayarin.. walaupun akhirnya anak saya ini harus sekolah sore..”
Saya hanya bisa terdiam dan menimpali, “Wah2 gitu ya bu.. mahal ya..”
Ibu Haryani kemudian bercerita tentang satu anak perempuannya yang namanya Intan. “Anak saya yg ini gawat juga, gak mau pacaran, gak mau menikah, katanya mau kuliah dulu dan berkarir supaya bisa menghidupi saya dan adik2nya.”
Intan kata ibu Haryani, saat ini sedang kuliah dibiayai separuh oleh perusahaan tempat dia bekerja. Kuliahnya jurusan ekonomi, di BINUS! Total biayanya 30 juta kata ibu Intan. “Mahal ya pak, tapi demi masa depan kata si Intan jadi saya dukung aja..” Saya mengangguk-angguk saja.
Ibu Haryani berkata Intan punya tekad yg kuat, Intan rela panas2an menjual minuman botol di saat Sea Games kemarin di senayan dan membawa pulang uang yg lumayan untuk kuliahnya. Intan juga tidak segan-segan jualan kue kering di pasar senen, sambil bekerja juga kemudian lanjut kuliah.
“Kata Intan begini, ‘Cleaning service aja banyak yg berjuang dan sukses, saya mau buktiin ke orang-orang walaupun Ibu saya cuman joki, anaknya juga bisa sukses dan lebih maju dari orang2 lain’. Alhamdulilah ya pak..”
Saya tertegun, tenggorokan saya tercekat mendengar ceritanya tersebut.
Ketabahan Ibu Haryani, semangat dan tekad anaknya Intan untuk merubah nasib menampar saya yang terkadang mengeluh dan berhenti berusaha ketika mendapatkan halangan.
Saya sudah sampai di tujuan, ibu Haryani kemudian turun, saya ucapkan terimakasih berkali-kali kepadanya. Bukan karena dia sudah menemani melewati daerah three in One. Tapi karena berkat ceritanya yang polos, dia sudah mengajarkan dan mengingatkan diri saya bahwa tekad, semangat, iman, keyakinan, keteguhan hati, kesabaran, doa, dan kerja keras tidak akan pernah berujung sia-sia.
Hidup Ibu Haryani berat, hidup anaknya Intan juga berat, tapi mereka melewatkanya tidak dengan mengeluh, tetapi dengan terus bekerja, yakin bahwa perubahan akan datang karena usaha mereka, bahwa perubahan akan terjadi bagi mereka yg percaya dan tidak pernah menyerah.
Dan seberapa pun berat masalah yg harus dihadapi, mereka akan hadapi dengan senyum dan ketabahan…
Sebuah catatan singkat,

Jet Veetlev
29 November 2011

Sumber : A Small Slap

Senin, 03 Desember 2012

Simple Things That Add Meaning



Ada yang bisa jawab soal gampang dan sederhana dibawah ini…??
1 + 1 = a , a + b = 2 ( a - b ) , b = .. ?  
Cukup mudah, kamu boleh menyelesaikannya dengan cara apa aja, dibanyangin, pake kalkulator, pake tulis juga bisa kok. Tujuannya hanya mencari nilai b, sekarang coba kamu selesaikan berapakah nilai dari b = …?
Setelah selesai, simpan  jawabannya, nanti aku kasih bocoran kunci jawabannya…
Capek mikir, atau malas, atau bosan, ini kunci jawabannya check this out. Klink link ini http://twitpic.com/bihlvf 
Sebenarnya soal di atas, tadi gak ribet banget, cuma ngajak mikir, ada juga yg salah. Masih ada yang mikir???
Hal besar bermula dari hal kecil. Terciptanya lampu berawal dari setitik api kecil, setiap orang, termasuk aku juga punya kecendrungan untuk melihat hal besar dari pada memperhatikan hal kecil. Hal sederhana memang, padahal dengan melewatkannya sebenarnya bisa aja menutup pintu untuk kemungkinan besar.
Siapa yang begitu peduli dengan soal tadi? enggak semua orang terlalu suka dengan hal yang (kelihatan) sederhana ini.. a + b, 2 (a - b) , atau 1 + 1 = a, Soal ini contohnya, pasti ada saja yang lupa membagi, ada yang lupa mengkalikan, lupa menambahkan, lupa dari mana sumbernya bermacam-macam kesalahan yang (kelihatannya) sepele, bahkan ada juga yang salah memahami soal, that's not the point. hal sederhana juga perlu ketelitian juga bro/sis. Karena Aku juga sering melewatkan hal kecil seperti itu tadi, seperti meremehkan, lupa, teledor, terlalu cepat bertindak.. Manusiawi memang.


Kita cenderung berkonsep, kalau hal-hal besar itu selalu berawal dari hal yang rumit dan ribet. sehinnga melewatkan banyak hal yang sederhana, contohnya, Berjabat tangan, menyapa-tegur, tersenyum, bersyukur, ramah.. Banyak hal sederhana yang terlewatkan?? padahal hal tersebut bisa menambah keakraban dan    nilai sosial kita sendiri, Bahkan ada juga hal sederhana, kelihatan sepele, kadang gak kita sadari,  bisa menimbulkan menimbulkan masalah yangbesar , mis: cuek, nyinyir, bersihkan telinga, taik mata. Ya kan? Selalu disibukkan dgn hal besar dan rumit, hingga kurang atau bahkan tidak peduli dengan hal yang kecil dan simple. Terbukalah dengan hal-hal kecil yang kelihatan tak bermanfaat, peka dan kritis dengan hal yang terjadi disekitar, tapi perlu diingat kebanyakan mikir juga salah, awas stress lho.
Soal tadi kelihatan sederhana, tapi tetap aja ada yang salah menjawab, setidaknya hal kecil jangan sampai luput dar ketelitian. kita gak bisa sampai sekarang ini, kalau gak diajarin guru.. 1 + 1 = 2, 1 x 1 = 1 , A, B, C, D. E... sampai Y dan Z, merah..kuning…hijau biru, bermacam-macam lagu anak kecil dulu, sehingga bisa mengetahui nilai, membentuk kata yang luar biasa, mengetahui indahnya gabungan warna pelangi,  yang sekarang mulai kita nikmati setelah beranjak dewasa, mungkin kita gak bisa langsung lari-lari seperti sekarang, kalau gak diawali ngesot, kejedut, tersungkur waktu kecil. Sama hal kamu belum bisa cinta sama orang lain, kalau belum sepenuhnya peduli sama diri sendiri. *eh kok ke cinta :))
Jangan lagi deh karena hanya masalah kecil, sampai suatu saat kita akan dipermalukan hanya karena kita selalu meremehkanya. Pernah baca, kira-kira bunyinya seperti ini ungkapan “semua hal besar selalu berawal dari hal kecil” bisa dijadikan catatan kecil menjalani hidup.

“Pukulan-pukulan kecil dapat menumbangkan pohon oak yang besar” - Benjamin Franklin,

-          Love Your Self Other Will Follow  -