#Menarik

Tampilkan postingan dengan label #Menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Menarik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Agustus 2013

Catatan Kecil Kemerdekaan


Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-68

Hari ini ideologi nasionalisme diborong habis, ritual dan atribut menjadi kewajiban. Apakah kemerdekaan itu hanya doktrin? atau suatu realitas? - Arion Batara

Bagi saya kemerdekaan bangsa bukanlah kemerdekaan sejati, tapi kemerdekaan individu. Soekarno saja tahu bahwa ketika dia mengumandangkan proklamasi, individu-individu negara ini belum merdeka. Tapi dia benar, kemerdekaan bangsa adalah awal demi individu-individu yang merdeka dalam suatu bangsa. - Arion Batara

                              Sumber: Kompasiana 

Saya pikir kemerdekaan 17 Agustus diraih bukan dengan perjuangan militer sebagai yang utama tapi kecerdikan kaum intelektual yang dengan tepat memanfaatkan status quo kekalahan jepang dan terusirnya Belanda. Lalu, yang kedua adalah kemampuan negosiasi dan networking. Usaha memperoleh pengakuan dari negara lain dan membentuk kekuatan non-blok. Bahkan agresi militer sendiri pun diakhiri dengan berbagai perjanjian dan konferensi. 
Jadi anak-anak itu diajari ya kalau mau jadi pahlawan kemerdekaan harus pinter jangan tahunya pake seragam perang. - Arion Batara

Baca Selengkapnya: Perisitiwa Rengasdengklok

Jumat, 03 Mei 2013

Keputusan Orangtua versus Anak



“Susah jadi anak.. mau marah durhaka.. dibiarin kesel sendiri.. SABAR ! “

Merujuk kepada status diatas, orangtua mana yang gak pengen ngasi yang terbaik buat anaknya, tapi eh tapi orangtua juga manusia… Keputusan mereka untuk anaknya kadang bisa menjadi buah simalakama bagi anaknya sendiri, gak diikutin salah, diikutin gak enaknya ditanggung sendiri.


Kebanyakan orangtua pengen yang terbaik buat anaknya, tapi gak semua keputusan yang mereka buat itu terbaik bagi anaknya sendiri. Apalagi anak yang udah beranjak dewasa dan ngerasa cukup dewasa untuk ngambil keputusan sendiri. TAPI jangan kesal dulu deh, kalo kamu udah gede masih diatur-atur sama orangtuamu,  kenapa? bisa jadi dan sah-sah aja pandangan mereka terhadapmu memang kamunya belum cukup MANDIRI untuk bisa ngambil keputusan sendiri dengan tepat,  gak semua orangtua bisa ngasi keputusan terbaik untuk anaknya, tapi kebanyakan anak malah nurutin aja, padahal belum tentu itu yang terbaik untuk dia, bahkan yang terburuk sekalipun, tapi kenapa harus diturutin ya?? toh si anak selanjutnya berjalan sendiri untuk dirinya tanpa didamping ortu lagi, bingungkan??

Anyway, sering keputusan anak bertolak belakang dengan kemauan orangtua, even orangtua kesannya kayak maksain kehendaknya gitu, kalau gak malah dicap anak durhaka, dikeluarkan dari keluarga, sebegitu horor kah keputusan orangtua.... why?. Pertanyaan "why" jangan tanyakan ini kepada orangtua, tapi coba deh tanya sama diri sendiri  "Bagaimana REPUTASI yang kamu bangun selama ini bersama orangtuamu".

Dari beberapa tindakan, pola pikir (mindset) dan beberapa keputusan yang pernah kamu ambil selama ini,  apakah ortu udah siap dengan kepercayaan penuh melepas kamu sebagai "PRIBADI" yang mantap dalam ngambil keputusan sendiri, Kalau setiap harinya kamu masih bertingkah seperti anak kecil yang gak bisa ngatur  dan ngurus diri sendiri, cukup pantas deh kalau orangtuamu masih ngatur-ngatur kamu, karena kamu udah gede aja masih dicekokin, dimanjain, gak mau belajar mandiri, terlepas kamu terlahir dari keluarga yang serba ada yang lengkap segala sesuatunya, kadang malah gak kepikir untuk ngusahainnya sendiri.

Tentang manja, banyak anak yang gak sadar kalau dirinya manja, walaupun sebenarnya banyak yang bilang kalau dia itu emang manja, karena aku juga pernah mengalaminya sendiri. Belajar mandiri, tanggung jawab sama diri sendiri, dan berani ngambil keputusan dengan segala konsekuensinya, gak harus jauh dari orangtua dulu baru bisa mandiri, banyak keputusan (inisiatif) yang wajib dilakukan sebagai tugas anak di dalam keluarga. Jauh-jauh dulu deh dari cari duit sendiri, menjaga dan bisa ngurus diri sendiri itu merupakan salah satu wujud tanggung jawab sederhana anak dalam keluarga.

Sekolah, kuliah, belajar dengan bener dan jadi lebih baik adalah salah satu wujud tanggung jawab anak kepada ortu, walaupun kadang ada beberapa orang yang gak bias ngelanjutin pendidikan, tapi tetap, belajar gak hanya ada disekolahan juga, dari lingkungan kita bisa banyak belajar. Nah, ketika hal sesederhana itu gak bisa ditanggungjawabi anak dengan benar, gimana caranya ortu bisa ngasi kepercayaan lebih besar lagi? Jangan heran, banyak cowo yang setiap langkah diatur sama mamanya dan gak bias ngambil keputusan sendiri kemungkinan besar waktu kecil terlalu dimanja.

Tanggung jawab besar berawal dari rentetan tanggung jawab kecil, basicnya tanggung jawab sama diri sndri. Contoh tanggung jawab kecil lain dalam keluarga, ada lagi yang lain  guys??
Btw, kalau masih ada cowo yang masih suka bilang "terserah" toyorin kepalanya, memble banget ngambil keputusan..
Finally, kamu tahu apa yang terbaik buat diri kamu, pada saat sudah menjadi lebih baik, tak harus meyakinkan orang lain, reputasimu udah otomatis diakui.

-     Temanmu Andik -

Jumat, 22 Februari 2013

Sinetron, Drama dan Hedonisme


Ntah kenapa tontonan TV skrg udah gak banyak lagi yang menarik minat untuk di tonton, kalau berita boleh lah...

tau sendirilah gimana kualitas acara TV sekarang, kalo menurutku pribadi kurang menarik utk ditonton, kamu (Yes/No) ?

Paling nonton TV itung-itung untuk buat ngantuk, udah ngantuk langsung matiin, berfungsi juga TV-nya :D 

Ntah kamu kepikiran juga? acara TV skrg banyak ngejar rating, keuntungan semata dan tidak peduli apakah acaranya mendidik atau menipu.

Acara TV sekarang yang memiliki rating tinggi adalah sinetron dan drama, ditayangin saat primetime, banyak mata tertuju ke acara TV itu...duhhh



Mulai dari emak-emak, anak gadis, ABG tanggung hingga anak kecil serius banget nonton drama itu, sampai episode 300 juta :D

"Mereka" begitu manisnya duduk nonton sinetron, saking seriusnya kadang mau marah sendiri, ngomong sendiri, gelisah.. terbawa emosi XD 

Kalau dekat mereka yang nonton sinetron, jangan coba untuk ganti channel, biar iklan sekalipun, kalau gak mau dilempar XD

Boleh pegang remote control, yang penting gak dipencat-pencet, sebisa mungkin untuk duduk manis juga lah daripada dicubit,

Dipencet juga gapapa kok, asal batre remotenya dilepas dulu :D

Gaa da yang salah untuk nonton sinetron dan drama, kalau hanya sekedar utk hiburan, toh sebenarnya itu hanya hiburan belaka...

kamu harus garis bawahi "Kisah ini hanya fiktif belaka, jk ada kesamaan tempat, nama, & cerita adalah hanya faktor kebetulan belaka


Walau pada kenyataannya apa yang diceritakan di sinetron dan drama, banyak yang nggak sesuai dengan realita, terlalu dipaksakan,,, :

Sinetron dan drama itu hanya sebuah fiktif belaka, bukan kisah yang benar2, khayalan dari penulis skenarionya, jgn mentah2 ditelan..

Jadi wajar, banyak hal2 yang mustahil di dalam cerita sinetron dan drama, dibuat menjadi kenyataan, terlalu?          

Di sinetron dan drama, segala sesuatu bisa terjadi begitu saja, semua serba kebetulan, mengandalkan keberuntungan...mengada-ada...

Di sinetron dan drama: Glamoritas, kecantikan dibuat menjadi tolak ukur kebahagiaan, selain dari itu kamu lagi belum beruntung (sial).

Liat aja di sinetron, anak sekolah yang gegayaan hidup glamor, stylist, modis, dan pola hidup yang konsumtif, itu dibuat jadi tolak ukur..

Pamer gadget, pamer kekayaan, gaya hidup glamour... Hedonisme!!

Banyak yang DIPAKSAIN di kehidupan nyata (realitas) apalagi soal materi, bertindak sesuka hati, terlepas dari mereka yang serba berlebih...

"Sinetron dan Drama, itu hanya fiktif dan hiburan belaka", buat apa nyontek yang hal gak benere.. why so serious? :)

Klo kamu masih nanggapin cerita sinetron itu jadi tolak ukur, apa bedanya kamu dengan anak kecil yang sedang menirukan gaya ULTRAMEN. X)

Ngomong2 tentang hedonisme, udah pernah dengar kenyataan?? ada yang jual badan untuk narkoba? yang katanya simbol kemewahan... :|

Udah pernah dengar? seorang anak maksain ortunya untuk dibeliin BB, karena di sinteron itu BB ada simbol pergaulan.. *miris

Ada juga anak gadis meninggalkan ibunya berjalan 2 meter dibelakangnya, karena ibunya penampilannya gak modis.. Ada

Ada juga anak muda maksain dirinya untuk makan ditempat mewah bareng temannya, namun dgn kemampuan pas2an. Ada.

Udah pernah liat, remaja malu dan menolak kunjungan teman2nya ke rumah, karena rumahnya gak mewah, Ada.             



Sinetron itu bukan pembodohan, tapi penonton seharusnya bisa lebih pintar untuk nganalisa fenomena sosial yang ada didalamnya. tanpa menelannya mentah-mentah ~ Andi Charmerciello


 Follow me on twitter @AndiKSiboro

Senin, 21 Januari 2013

"Kendali Diri" by @Eragon_xaver



Bagiku yang mengasikkan saat dibela diri itu adalah saat setelah mengalami latihan ada semacam rasa kita ini merasa kuat , tangguh , dan gak gampang sakit biasanya.

Aku pernah tinggal di desa sangat terpencil demi sebuah tugas dan disana minuman tuak  (sejenis minuman keras) jadi sebuah tradisi, pola piker pemudanya pun primitif. Pernah bayangin gak? Tinggal disuatu daerah yang gak ada listrik, sinyal telekomunikasi , dan pasokan makanan yang terbatas, hanya demi sebuah tugas . Yap, menyiksa sekali, Pernah ada pemuda mabuk dan membawa sebilah kayu besar menghampiri aku karena marah sama aku atas pelayanan yang lambat. Pernah juga pintu tempat jaga ditendang sama beberapa preman kampung sampai hancur karena ga ngasih obat buat mereka ngedrugs.



Saat seperti pengendalian diri bener-bener diuji agar gak emosian. Diam dan tenang menjadi solusinya dan yang terpenting  jangan tunjukan kalau kita takut juga. Oke then, aku ajak mereka ngobrol dengan rasa bersahabat dan bersaudara, aku ngerti anak-anak ini miskin, aku putuskan untuk memberi mereka perhatian lalu validasi ku masukin hati mereka. Sejak saat itu terjadilah kekuatan yang “dilumpuhkan” dengan kelembutan dan kecerdasan , akhirnya mereka manut samaku.

Di kampung itu tempat jaga aku jadi rame sama pemuda nakal , badung , urakan , goblok campur aduk. anyway they were so funny, haus pujian, haus perhatian juga cukup kasih itu mereka luluh ke premanananya. Di kampung itu aku sering dikasih ayam sama mereka yang kami panggang rame-rame, sambil diiringi petikan gitar tentunya. Gila batin aku menjerit " ini tak lebih dari penjara nusakambangan " hanya gitar dan orang gila temenku disini .

Dua tahun berada dipelosok terpencil dibelahan dunia yang tak terjangkau manusia karena daerahnya rawan kecelakaan dan hutan perawan. Hiburan dikala malam kami bersenda gurau, bermain gitar bernyanyi bersama sambil minum tuak khas mereka. Hiburan untukku, orang gila dan bodoh ini , kalo udah mabok preman mereka jadi hilang yang ada hanya badut-badut imut dan tolol joget ala dangdutan . Kesan bersama mereka disana dihutan belantara tempat tugasku dulu "mereka hidup hanya buat makan dan senang itu doang ", Se-preman apapun mereka kalo otaknya udah kita kendaliin dan hatinya udah dipegang mereka akan segan sama kita .


Pernah saat asik bercanda ada yang kesinggung dan ngambil kayu saat minum bersama dan aku tau itu, keduanya aku sidang dan aku marahin . Aku berasa jadi kepala suku disana sudah, mereka dibentak dan dimarahin diam dan mengangguk aja. tapi bukanhanya sebuah bentakan dan gak menyentuh hati . Aku tetap perhatikan dan beretika untuk menghadapi orang beringas bak singa ini. Mereka hanya takut ketika kelemahannya dikuak dan disadarkan. Tapi enaknya tinggal disebuah desa itu pikiran tenang dari hiruk pikuk dunia (kota). Aku ga mikir untuk beli pulsa, pakaian dll , serba sederhana. Kalo naik depeda motor tempat tugas aku dulu saat asiknya itu tanahnya becek dan disana bener-bener licin. pokoknyaa jatuh jadi sarapan setiap hari .


Saat malam , gelap gulita menyapaku hanya lampu listrik kecil temanku , tapi mengeluh gak malah bikin damai saat itu , menikmatin baru damai. semakin aku protes sama apa yang terjadi di daerah aku ditugaskan semakin aku tersiksa , akhirnya aku putusin untuk gak komplen dan menikmatinnya. Malam terasa panjang, siang terasa lama sekali diawal - awal aku ditugasin disan . Anjriiit ini lebih patah hati dari kecewa ditinggal cewe.

Pelajaran hidup di situasi sangat serba sederhana mengajarkan aku bahwa hidup itu harus pintar mencari celah buat dinikmatin .

Coba aja maki keadaannya, pake tanya kenapa, kenapa mulu yang ada malah ngebuat mentalmu jadi rapuh dan akhirnya galau kronis . Bukan hanya memikirkan kepada hal susahnya doank yang buat kamu damai , tapi susah itu dibikin aja menjadi hal yang unik dan sebuah anugerah disana akan ada energi. Saat menikmati makanan yang serba terbatas , tapi tau gak keadilan Tuhan itu dimana , saat disanalah aku malah mrasakan makanan biasa itu nikmat, Masakan apapun disana enak sekali , nikmat sekali. Satu hal , secara kejiwaaan , pikiran yang jauh dari gundah gulana dunia dan tenang itu akan lebih bisa menikmati makanan, Ada kaitannya lo , coba aja kalo lg repot , sibuk , begadang karena suntuk , makan pun jadi gak enak.

Semakin terdesak hidup ini sebenarnya ladang pendewasaan diri dan pembunuh kedewasaan itu keluhan dan tak mencari celah buat maju.

Aku ngedumel , marah , kesal waktu tau aku ditempatkan dipelosok daerah yang aku anggap neraka awalnya, Tapi setelah aku ngelewatin 2 tahun hidup disana , dan sekarang dikota aku senyum2 sendiri , kenapa ? Aku dapat sebuah penghargaan dari sang Pencipta bagaimana menghargai hidup dan belajar arti sebuah kekuatan jiwa. Jadi bahan ketawaan orang pada awalnya namun menjadi pusat perhatian teman kalo ngumpul ingin tau pengalaman aku selama disana.

Banyak yang komentar tentang orang utan , mahluk primitif , tapi mereka jadi pengen kesana pas aku cerita , itulah hal yang unik dan berharga yang aku dapat. Aku banyak bertemu orang hebat disana yang punya pengaruh kuat dimasyarakatnya . Mereka tenang dan jauh dari keluhan hidupnya. Bahkan untuk makan, mereka hanya dengan sambal dan daun singkong aja mereka bisa bercanda sama istri dan anaknya disebuah gubuk yang jauh dari kategori sederhana, “Inilah bahagia batin” aku bergumam. Mereka ngopi sambil ngeroko diteras rumah nya aja sangat nyantai , mereka menikmati hidup ini tanpa merisaukannya.


Cuman para sesepuh ini hebat, mereka tau cara memandang masa depan, anak mereka dikuliahin sampai tanah jawa, Jangan salah mereka justru lebih peduli dengan pendidikan, anak mereka sukses-sukses mengejar cita -citanya . Ini juga yang bikin aku kaget. Seakan gak percaya orang dengan penampilan compang camping makan pake sambal , tinggal digubuk anaknya kuliah diuniversitas hebat.

Itu hanya secuil kenangan bersama para penghuni hutan belantara tempat tugasku dulu , kalian luar biasa semua saudaraku . Sekian tuiiipsss cerita pertualanganku,

Sahabatmu Eragon Xaver

Nothing special , but Special attitude |just enjoy my simple life| Alumni Hitmansystem | mempunyai Tatapan Mata suci |Pembaca Karakter tanpa Tarot


Kamis, 20 Desember 2012

5 Jenis Cinta



Beberapa ilmuwan yang menyebutkan bahwa ketertarikan pada seseorang bisa terjadi dalam 1 sampai 4 menit sejak kita melihat orang tersebut. Pada 4 menit pertama itu dalam hati kita akan mempertimbangkan apa kita betul-betul tertarik padanya ingin mengenalnya lebih jauh atau cukup sampai disitu saja. Nah cinta itu ada tingkatannya. Dan kita bisa aja merasakan dua tingkatan cinta dalam satu waktu. Yuk bahas!




- Ludos -

Kalau kamu Cuma iseng-iseng aja dan nggak menganggap jatuh cintamu sebagai hal yang serius. Apa ya istilahnya? Bukan Monkey Love atau Puppy Love… soalnya benar-benar cuma buat iseng. Buat sekedar ‘ngisi waktu’. Cuma suka ngeliatnya aja sama sekali nggak ada keinginan untuk mengenal lebih jauh. Just for fun. Mungkin cinta pada selebritis bisa dikategorikan jenis ini.

- Eros -
Cinta yang mendalam yang bisa membuatmu lupa diri sehingga tidak bisa tidur di waktu makan dan tak bisa makan di waktu tidur (lho?). Setiap hari rasanya ingin bertemu dengan sang pujaan hati selalu ingat dia kapan saja di mana saja. Kamu juga berpikir kalau pacarmu adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan hanya untukmu. Yah istilahnya.. lagi ‘hot-hot’-nya deh! Cinta jenis ini biasa terjadi kalau hubungan asmara sudah lewat dari 3 bulan. Paling banyak menjangkiti newbie couple alias pasangan baru.


- Mania-
Nah kalau kamu mulai merasa menjadi bagian dari doi mulai posesif dan jadi cemburuan karena takut kehilangan berarti kamu sudah terjangkit cinta jenis ini. Hati-hati cinta jenis ini bagaikan pisau bermata dua. Salah-salah bisa jadi penyebab putusnya hubungan kalo nggak hati-hati. Soalnya nggak ada orang yang mau di kekang dengan perasaan posesif yang berlebihan sekalipun oleh pacarnya sendiri. (Baru pacar doang udah cemburuan and sok ngatur? Beh gimana nanti kalo udah married?)

  
- Storge -
Cinta yang kamu rasakan setelah umur hubunganmu dengan pacarmu berusia antara 6 sampai 12 bulan. Doi sudah menjadi pacar tetapmu tapi tidak lagi membuatmu tergila-gila. Tentu saja kamu tetap memikirkannya dan senang bila dia berada di dekatmu tapi kalo nggak juga nggak apa-apa. Pada tingkatan ini kamu juga udah merasa cukup nyaman untuk lebih terbuka pada pacarmu dan nggak keberatan berdebat dengannya. Pada tingkatan ini biasanya yang namanya jaim udah mulai meluntur. Dan biasanya sifat-sifat asli yang sempat ‘ditahan’ mulai terlihat pada phase ini. Jangan kaget kalo kamu nggak sengaja nangkep basah cowokmu ngupil ato bersendawa keras-keras di depanmu. Hal ini berarti dia sudah merasa nyaman dengan keberadaanmu di sisinya sehingga nggak canggung atau sok jaim lagi di depanmu. Dan kamu boleh melakukan hal yang sama ^^ tapi tetap jaga sopan santun!

- Pragma -
Cinta gaya ini biasanya mulai terasa bila hubungan sudah berumur 12 sampai 18 bulan ke atas. Kamu nggak lagi ‘lupa makan lupa tidur’ karena doi. Tapi kamu ingin tetap bersamanya karena kamu pikir doi bisa jadi ‘teman’ yang baik yang sangat mengerti kamu. Getar-getar yang timbul saat kalian saling bertatapan atau berpegangan tangan sudah nggak kerasa lagi. Bisa dibilang ini tingkatan yang paling ‘dewasa’. Karena bagi yang sudah cukup umur mereka bisa memutuskan untuk menikah setelah merasa mantap berada di phase ini.

Jumat, 14 Desember 2012

Catatan Sedih Seorang B.J.Habibie




Rabu 





... CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE ...


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...



Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan kepona

kannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.


Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.



Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.






Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).



Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?



Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.



Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.



Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.



N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………



Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:



“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..



“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.



Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara.



Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia.



Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”.



“Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.



Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?”



Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.



“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….”



“Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….”



“Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?”



“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”.



“Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”



Pak Habibie menghela nafas…………………..



***



Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;



Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).



Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.



Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG).



Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop.



N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.



Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..



N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.



Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.



***



Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..



“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.



“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,



Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”



Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:



“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”



Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………



“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.



Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”



Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.



Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………



“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.



Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.



Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;



1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!



2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………



3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.



Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”



Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;



“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia…….



Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”



Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………



Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;



“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………



Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).



Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.



Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.



Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.



Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”



***
Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.



Jakarta, 12 Januari 2012



Salam,
Capt. Novianto Herupratomo



***
Cerita itu saya kutip dari notes facebook disini, sebuah renungan yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita. Betapa menyedihkan sebuah bangsa yang tak pernah menghargai orang berilmu! Tak pernah memberi kesempatan kepada anak bangsa untuk menjadikan bangsanya mandiri! Entah ada apa dengan negara ini…! Entah dimana mata dan telinga para penguasa diletakkan!



Saya seorang peneliti, yang tahu betul bagaimana kami dilatih untuk bertindak. Bahwa kami harus melakukan segala macam upaya agar output yang dihasilkan adalah output yang QCD!



Tak sekali dua kali proposal yang sudah kami susun berhari-hari bahkan berminggu-minggu mengalami pernyempurnaan di segala sisi? Tak sekali dua kali para evaluator selalu menjadi pendamping kami dalam melaksanakan serangkaian percobaan.



Tak sedikit pikiran dan tenaga kami habis untuk bagaimana selalu menyempurnakan metode hingga output tercapai. Kami juga kadang tak berontak saat kerja bertahun-tahun tapi gaji yang kami dapat hanya setara dengan goyangan ngebor Inul satu jam! dan yang lebih menyedihkan, karya kami hanya mendapat cibiran, jika tidak akhirnya dipinggirkan!



Entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini! sepertinya posisi orang berilmu memang sudah tak lagi mendapat tempat, jadi siapa yang salah jika akhirnya mereka mencari tempat lain?



Dan saya perempuan, dan seorang muslimah. Maka apapun profesi saya, saya tetaplah muslimah dan perempuan. Seseorang yang mendapat kehormatan dan kemuliaan menjadi seorang Ummu warobatul bait, Istri sekaligus Ibu dan pengatur rumah tangga.



Maka jika aktivitas dan profesi yang kutekuni menjadikanku abai terhadap peranku, aku akan meninggalkannya dan memilih tempat yang lebih memuliakanku, yaitu menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga. Bukan seorang Ibu semu, yang hanya berperan melahirkan dan memberi makan, tanpa pernah menjadi teladan, pengajar, pendengar dan teman untuk anak-anaknya…



Dan entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini, jika RUU Kesetaraan Gender lalu diketok palu menjadi UU!… bersiaplah menjadi orang-orang yang menggoreskan catatan sedih, dengan kebijakan negeri ini…



***
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....



Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang temen2mu gabung dg klik ‘Invite Your Friends’
Foto: ... CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE ... Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo. Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta. Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap. Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!). Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini? Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung. Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250. N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan……………… Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb: “Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan…………….. “Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”. “Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?” Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya. “Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….” “Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….” “Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?” “Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”. “Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!” Pak Habibie menghela nafas………………….. *** Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas; Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini. Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama…………….. N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini. Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320. *** Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya……………….. “Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”. “Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD, Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!” Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb: “Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………” Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ……………………… “Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………” Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang. Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan…………………… “Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah. Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’. Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan; 1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa! 2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus…………… 3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup. Saya pilih opsi yang ketiga……………………….” Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya; “Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia……. Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia” Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata………………………… Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya; “Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui………………… Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing). Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka. Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat. Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain. Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….” *** Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun. Jakarta, 12 Januari 2012 Salam, Capt. Novianto Herupratomo *** Cerita itu saya kutip dari notes facebook disini, sebuah renungan yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita. Betapa menyedihkan sebuah bangsa yang tak pernah menghargai orang berilmu! Tak pernah memberi kesempatan kepada anak bangsa untuk menjadikan bangsanya mandiri! Entah ada apa dengan negara ini…! Entah dimana mata dan telinga para penguasa diletakkan! Saya seorang peneliti, yang tahu betul bagaimana kami dilatih untuk bertindak. Bahwa kami harus melakukan segala macam upaya agar output yang dihasilkan adalah output yang QCD! Tak sekali dua kali proposal yang sudah kami susun berhari-hari bahkan berminggu-minggu mengalami pernyempurnaan di segala sisi? Tak sekali dua kali para evaluator selalu menjadi pendamping kami dalam melaksanakan serangkaian percobaan. Tak sedikit pikiran dan tenaga kami habis untuk bagaimana selalu menyempurnakan metode hingga output tercapai. Kami juga kadang tak berontak saat kerja bertahun-tahun tapi gaji yang kami dapat hanya setara dengan goyangan ngebor Inul satu jam! dan yang lebih menyedihkan, karya kami hanya mendapat cibiran, jika tidak akhirnya dipinggirkan! Entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini! sepertinya posisi orang berilmu memang sudah tak lagi mendapat tempat, jadi siapa yang salah jika akhirnya mereka mencari tempat lain? Dan saya perempuan, dan seorang muslimah. Maka apapun profesi saya, saya tetaplah muslimah dan perempuan. Seseorang yang mendapat kehormatan dan kemuliaan menjadi seorang Ummu warobatul bait, Istri sekaligus Ibu dan pengatur rumah tangga. Maka jika aktivitas dan profesi yang kutekuni menjadikanku abai terhadap peranku, aku akan meninggalkannya dan memilih tempat yang lebih memuliakanku, yaitu menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga. Bukan seorang Ibu semu, yang hanya berperan melahirkan dan memberi makan, tanpa pernah menjadi teladan, pengajar, pendengar dan teman untuk anak-anaknya… Dan entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini, jika RUU Kesetaraan Gender lalu diketok palu menjadi UU!… bersiaplah menjadi orang-orang yang menggoreskan catatan sedih, dengan kebijakan negeri ini… *** .... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan