Selasa, 16 Oktober 2012

Lebih baik (bukan) be yourself



Be the best ourself  itu memang berat, karena susah diterima mereka yang punya prinsip "be yourself", mungkin terlalu nyaman kali ya?? Ayolahhh... iya juga sih untuk keluar dari comfort zone itu memang susah, susah kalau masih berprinsip "be yourself".. anyway, Setiap kita gak ada pribadi original bawaan lahir kok, pasti bisa berubah.






Kepribadian dibangun dari keinginan "untuk jadi diri yg lebih baik"..Bukan apa adanyaaa. Segala hal yang membuat kita lebih baik itu banyak, beberapa orang susah menerimanya.. Ntah itu karena udah nyaman,, ada juga yang gak tau.. Gak ada kepribadian yang "asli" dari diri sendiri, adopsi hal-hal yg buat kamu jauh lebih baik.. Pria feminimlah, cewe tomboylah, pribadi yang cueklah, juteklah, pendiamlah, introvertlah, sanguinlah... Dsb, aku tekankan lagi tak ada pribadi yg original.
Analoginya, kita adalah sebuah  cetakan "loyang" yang siap diisi dengan komposisi resep terbaik, dan bahannya kita yang isi sendiri, resep terbaik, muncul dari kegagalan, kesalahan, pengalaman sendiri, adopsi dari saran dan pengalaman orang lain, boleh dibuat jadi contekan kok. 

@fetricyanaomih   : Tapi perbedaan itu yang bikin INDAH ndik??
‏@AndiKSiboro       : Yang TERindah itu, kita bisa belajar dari mereka, tapi jahat!! mereka gak kita ingatkan..
@fetricyanaomih   : Make sense...

Everybody want the best but dont even know where to look, they view what theirs think is the best & chase it when it has no essence at all..
Lega rasanya, kalau liat orang jadi jauh lebih baik, ya kalau udah dingatkan, tetap bandel.. Dipaksain juga gak bakal bagus makin keras.. Senyum sendiri aja.
Peluk bumi, mahkluk yang melakukan hal terbaik, lebih baik dari dirinya yang sekarang APA ADANYA.. have a great day... - Your Friend


Minggu, 14 Oktober 2012

Validasi




Pernah pamer? atau menunjukkan sesuatu kehalayak umum untuk mendapat pengakuan, tentang eksistensi (kemampuan, kepunyaan, keberaadaan) yang kamu punya, dengan motivasi perhatian dan berharap pengakuan yang berlebih dari orang yang melihatnya.

Semua ini berawal dari tweetnya bang idunk,  @arieidunk: Siapa yang hari gini masih mencari validasi? Coba mana suaranya..!

ini menurut pandangan Igneelicious:
@igneelicious: Semua orang butuh diakui sama orang lain kok, itu yg ngebuat kita merasa 'ada' sebagai makhluk sosial =) Seorang calon pemimpin mencari validasi untuk mendapat citra integritasnya, seorang calon mantu mencari validasi agar mertua yakin. Sah aja.. Nah yang jadi masalah adalah saat km mencari validasi yg terlalu tinggi dan ga sesuai dengan dirimu yang sebenarnya. Saat orang-orang disekitar tahu bahwa pencitraanmu itu adalah bullshit, kepercayaan orang bakal menurun drastis sama kamu. Bahkan mungkin twit2 saya tadi ada unsur validasinya, validasi bahwa saya seolah2 tau banget soal validasi. 

@arieidunk : Memaksakan sebuah eksistensi dengan mencari validasi melalui pencitraan-pencitraan sepertinya bukan sesuatu yg bijak, tapi memang sah-sah aja sih.

Spontan, kayanya bagus juga kalau aku ikutan ngebahas,
Menurut pengamat politik Andi :
Ada validasi langsung, dan validasi tidak langsung. :D Validasi langsung: Secara frontal mengungkapkan "value-nya", contoh: Aku orang baik, rajin menabung, suka membantu, ganteng dan keren. Validasi tidak langsung : seolah tak mencari validasi, tapi org bisa menyimpulkannya..
Contoh:
-"wah, capek nih nyetir" < dia punya mobil>
- “Duh, hari ini terlalu banyak mention yang gak bisa dibalas. Maaf ya.”. <Lembut sih, tapi tak langsung nunjukkin followersnya banyak>
- “Otw Amerika” <Oh, lagi keluar negeri. Tajir, hebat>
Ya banyak sih cara-cara seseorang untuk mencari validasi. Dari status, PM BB, DP, twitpic... Bermacam-macam. Kembali ke masing-masing sih, ya kalau apa yang mereka umbar itu kenyataan, bisa dijadikan inspirasi. Kalau kepalsuan, bisa dijadikan hiburan *senyum sendiri.
Oh ya, penilaian atas diri sendiri gak pernah cukup, adakalanya validasi dari orang lain yang melengkapinya. Perfect! .
-Wah cucian gue banyak banget, kerja keras dehh *validasi kalau gue itu anak kost yang rajin, bersih, dan hemat :D
- Slow down the time for a minute to take a nap, for a weekend that will run very fast :D *validasi kalau gue bisa bahasa bule.<Walau pas2an>  
- @igneelicious "Sorry, lo emang cantik tp gue ga suka cewek agresif." «« Validasi seolah gue pemilih & dikejar2 cewek.

 
Kita adalah sebuah produk yg terpajang di etalase, nilainya akan bertambah jika dikelola dan dipromosikan dengan benar. Pembeli yg menilai. Walau validasi yg kamu buat itu sesuai dgn fakta dan kenyataan, kadang itu juga gak pernah cukup bagi orang lain,gak adil? Dunia memang gak pernah adil kok, karena setiap orang punya hak dan kepentingan masing-masing. – AndikCharmerciello
~Spread the love ~
Baca juga : Uang dan kehormatan

Selasa, 09 Oktober 2012

Aku (kita) diblock di twitter




Punya twitter?? Kamu pasti tahu dengan istilah Block tweet. Kalau nggak tahu dan belum punya twitter, browsing aja deh di google.
Tweeps, menurutmu, ada yang nge-block kamu nggak? Atau kamu salah satu orang yang pernah ngeblok orang?, Sempat kepo juga nih, liat tweet seseorang kawan, yang bilang kalo dia diblok sama seseorang. By the way yang block aku siapa ya?. Udah sempat cari aplikasi dan trik, dengan keyword "melihat orang yang nge-block aku",  pengen tahu siapa yang ngeblok aku, untungnya gak berhasil,  aku mikir.."..buat apa..?" 


Ada aja alasan seseorang untuk nge-blok, 1. Spam (orang bilang : nyampah) 2. Mention-mentionan gak penting 3. Privasi.. 4. ...dsb, motif seseorang nge-blok, takut identitas aslinya ketahuan, kehidupan maya gak sesuai dengan kehidupan nyata. Motif seseorang ngeblok, gak terima dengan orang yang beda persepsi dengan dia, takut dinyinyirin atau self-protect lainnya. Get a life human!!!

Memblok seseorang, itu artinya menutup peluang seseorang untuk berkomunikasi denganmu. *pukpuk yang diblok

Ngeblock, berarti melarang seseorang untuk memanggil namamu, menyiram matanya dengan sambal, dan memakaikannya Topeng kardus kotak. :|, aku (kita) mencari akun yang menarik dan relevan untuk menambah daftar akun yang kufollow, dan berusaha bisa menjadi menarik seperti mereka, kenapa aku nggak nge-blok orang? Karena dengan tidak memblok dan gembok, berarti aku membuka kesempatan seseorang untuk bertemu dengan orangg keren. Kamu juga kan!!  Ya (mungkin) ada saja orang diluar sana yang udah memblokir aku, untung aja aku gak tau, dan gak mau tau, Kalaupun aku diblokir, gak terlalu berpengaruh sih, dan gak menggangu sama sekali.. Siapapun kamu yang ngeblok, siapa yang peduli?  

Memblokir adalah sebuah tindakan konyol, melarang seseorang untuk melihat tweetmu, pengumpat? Pembohong? Penipu? Tukang gossip? Mungkin!!!

Tentunya sebuah kebanggaan bisa difollow, walaupun mereka itu stalker, kepo. atau apapun yang mereka lakukan gak ada hubungannya samamu. Atau kamu takut dinyinyirin mereka, tenang!! Digossipin, diomongin dibelakang? yang baca tweet mereka kan followers mereka sendiri, kalau kamu follow dan jenuh ya tinggal unfol.. gampang!!   

Ngeblok dan menggembok akun, itu nunjukkin kalau kamu itu insecure.. Eh bukan tapi INSECURE!!

Aku lagi nunggu lihat twit seseorang blockers, atau gembokers yang twitnya minta folbak..  melihat tingkah mereka sebenarnya ingin ngeblok mereka, tapi apa daya pikiran kita jauh lebih sehat, kalau kita ngeblok mereka apa bedanya kita dengan mereka :D (Lucunya mereka). yang gak terima silahkan block aku. Siapapun yang blok kamu, mungkin mereka gak menyukaimu, yahh yang berpikiran sehat pasti bisa memahamilah, kamu juga kan?
Tukang Block, mereka hanya sekumpulan tukang gossip, yang berusaha ngomongi tukang gossip lainnya, menggossip dan menjadi jahat, rencana jahat. Keputusan seseorang untuk ngeblok dan nggembok. Ya untuk menghalangi-mu-ku-kita, melihat gossip mereka. Ayo bayangin.. Lucu kan :D

Kalau memang alasannya privasi dan rahasia, jangan gunakan social media, aneh..

Socmed memungkinkan kita untuk bersosialisasi, membangun komunitas dan mengenal satu sama lain sedikit lebih baik, termasuk twitter. Anyway Twitter tetaplah twitter, kalaupun memang diblok gak usah dibawa serius deh, seriusnya di dunia nyata aja :D – Andi Charmerciello

NOTE: Beberapa orang menggunakan batok kepalanya, untuk menolak adanya perbedaan pendapat. Beberapa orang merasa otaknya udah penuh dan berat, sehingga menolak sedikit masukan. Beberapa orang merasa isi kepalanya terbatas, sehingga pelit membagi keorang lain. Emang duit habis dibagi? Maaf tlah membuat otakmu cidera ringan, sehingga emosimu jadi gak stabil gitu.. Unfol, blok? Silahkan... Bungkus yang rapat, ntar infeksi :p

Jumat, 05 Oktober 2012

Meminjamkan Hati (?)




Siapa pernah "meminjamkan" sesuatu tapi gak pernah dibalikin? Atau, masih ada sesuatu yang kamu pinjamin, udah lama gak dikembalikan, dan sekarang ingin itu lagi..
Barang apa yang biasanya kamu pinjamin, kalo lama dikembaliin, tapi gak berharap untuk kembali?
Apakah semua barang yang udah kamu pinjamin, itu wajib dibalikin?
Tentunya ada barang-barang yang gak mungkin bisa kamu pinjamin, kalaupun harus dipinjam itu harus balik, apa aja?. Kalau meminjamkan barang berharga, terkadang merasa rugi juga, sudah niat baik mau minjamin tapi gak dikembalikan. Makanya kalau udah pernah minjamin sesuatu ke orang tapi gak kembali, liat dulu reputasinya sebagai peminjam, apakah dia peminjam yang budiman, atau mafia... ehh forgot it. Ada aja tipe peminjam yang lupa ngembalikan barang pinjaman, dan ada juga yang memang sengaja dilupa-lupaiin.. pasti ada aja.., atau itu kamu memang tipe peminjam?? yang sering melupakan pinjamanmu? mending kembalikan segera deh :D
 
Gak semua orang bisa mengikhlaskan apa yang dipinjamkannya keorang lain, tanpa dikembalikan. Sering kita Udah baik meminjamkan sesuatu, tapi dikembalikan dalam keadaan rusak, berkurang.. Walau udah dikembalikan pasti tetap kesal. Apalagi yg minjam itu teman, jadi gak enak minta balik, padahal barang itu berharga buat kita, Serba salah, kalau gak dipinjamin ntar dibilang pelit, kalau dipinjamin bisa jadi gak kembali, rusak, atau kelamaan. :D 
Apa yang aku tulis diatas, ada hubungannya dengan perasaan, yang kata orang banyak itu tentang "hati", biar lebih nyambung, hati itu adalah punya kamu, dan beberapa orang sebenarnya ingin punya hati kamu, padahal sebenarnya "minjam".

Jangan sembarang "pinjamkan" hati kamu sama orang lain, apalagi memberi dengan sepenuhnya.., gak dikembalikan yang rugi siapa?  Kamu menghargai hatimu kan? Seenak jidatnya meminjam tapi gak dikembalikan, rusak, its sucks, right?? Atau memang kamunya yang ngasi itu secara cuma2? buat kamu yang udah pernah menitipkan "hati" ke si peminjam, tapi gak dijaga, pastinya kecewa, kamu kasih pinjamnya semua sih, untuk diri sendiri gak disisain. makanya.... Bukannya ngelarang kamu untuk menitipkan perasaan keorang lain, tapi liat-liat juga donk, dia pintar menjaga gak?? ttu hati kamu lho, bukan hati ayam yang dijual dipasaran, hak penuh kamu buat menjaga dan merawat.
Kamu iklas dan tulus meminjamkan hati, that's ok! Tapi udah seyakin2nya untuk menitipkannya?, Tuluslah buat mereka yang benar menghargai ketulusanmu, walaupun sebenarnya nggak juga sih, Karena itu bukan murni ketulusan, soalnya kamu juga ngarep untuk ditulusi, gak tuluskan?! Hampir gak ada yang tulus apaadanya, pasti ada aja modus dibalik semua. Kalo kamu tulus kenapa kecewa? Kenapa ngarep?
Ada juga sih yg tulus apa adanya, tapi ada di TV, drama, novel, sinetron..., tapi itu kan.... Ah sudahlah., ada juga yang nanya. “Ndik, mulai besok harus pelit, dan gak boleh tulus (҂'̀⌣'́)9 “ | ahahah...bukan woiii, tapi lihat reputasi si peminjam, bisa dipercaya gak??”. ada juga yang nanya “emang peminjam yang baik gmana ndik?” Kok ribet sih?? “ liat aja cara dia merawat kepunyaannya sendiri, kalau dia gak benar merawat, masih mau minjamin??.
Kalau kamu sudah terlanjur minjamin sesuatu yang berharga, sama seseorang yang gak menghargai itu. Enough! Ikhlaskan jaga yang tersisa. Semua sudah ikhlas, dan dia datang untuk meminjam kembali, reputasi buruknya udah cukup mengingatkan otakmu. Gue aja kalo minjam, udah merusak dan gak mengembalikan pasti jadi segan untuk minjam lagi, sekalipun itu udah gue kembalin.. Tetap aja segan. Kalau kamu tetap nekat minjamin, kamu udah tahu resikonya.., akal sehat kamu pasti udah mempertimbangkan kemungkinan terburuk.. Silahkan!!!

Nah, buat kamu yg sedang meminjam. Mending kembaliin deh.. Begitu selfish nya kamu menginginkan barang org lain jadi milik kamu.. Pencu... (isi sendiri). Kehilangan hal yg berharga cukup menjadi pelajaran, kalau kamu merasa "apa yang kamu punya" itu gak berharga.. Silahkan menyangkal :)
Hati itu ibarat anak kecil, kalau kamu gak bisa jaga dan rawat, sudah gede mau jadi apa??
it's  your heart, dont let it's breakin' all in pieces..
Thanks, udah baca dan memperhatikan, hanya mengingatkan saja..
Sahabatmu.. Andik


Senin, 01 Oktober 2012

Menstimulus Otak




Pernah menstimulus otak sendiri terhadap banyak hal yang pernah kamu atau oranglain alami?
Semacam mencoba beberapa jenis respon (reaksi) untuk mendapatkan aksi yang tepat dalam menanggapi sebuah stimulus, stimulus dalam artian berupa situasi, kondisi, keadaan, perilaku orang, dan lingkungan yang tentunya memberi pengaruh sebenarnya, mempelajari stimulus dan reaksi dan aksi yang akan diterapkan, memacu diri sendiri berusaha menjadi orang yang belajar mengerti. Semacam member motifasi kepada diri sendiri dalam mendorong diri sendiri (sikap, tindakan dan perilaku) untuk melakukan tindakan (action) yang tepat untuk menanggapi stimulus tadi.