Jumat, 03 Mei 2013

Keputusan Orangtua versus Anak



“Susah jadi anak.. mau marah durhaka.. dibiarin kesel sendiri.. SABAR ! “

Merujuk kepada status diatas, orangtua mana yang gak pengen ngasi yang terbaik buat anaknya, tapi eh tapi orangtua juga manusia… Keputusan mereka untuk anaknya kadang bisa menjadi buah simalakama bagi anaknya sendiri, gak diikutin salah, diikutin gak enaknya ditanggung sendiri.


Kebanyakan orangtua pengen yang terbaik buat anaknya, tapi gak semua keputusan yang mereka buat itu terbaik bagi anaknya sendiri. Apalagi anak yang udah beranjak dewasa dan ngerasa cukup dewasa untuk ngambil keputusan sendiri. TAPI jangan kesal dulu deh, kalo kamu udah gede masih diatur-atur sama orangtuamu,  kenapa? bisa jadi dan sah-sah aja pandangan mereka terhadapmu memang kamunya belum cukup MANDIRI untuk bisa ngambil keputusan sendiri dengan tepat,  gak semua orangtua bisa ngasi keputusan terbaik untuk anaknya, tapi kebanyakan anak malah nurutin aja, padahal belum tentu itu yang terbaik untuk dia, bahkan yang terburuk sekalipun, tapi kenapa harus diturutin ya?? toh si anak selanjutnya berjalan sendiri untuk dirinya tanpa didamping ortu lagi, bingungkan??

Anyway, sering keputusan anak bertolak belakang dengan kemauan orangtua, even orangtua kesannya kayak maksain kehendaknya gitu, kalau gak malah dicap anak durhaka, dikeluarkan dari keluarga, sebegitu horor kah keputusan orangtua.... why?. Pertanyaan "why" jangan tanyakan ini kepada orangtua, tapi coba deh tanya sama diri sendiri  "Bagaimana REPUTASI yang kamu bangun selama ini bersama orangtuamu".

Dari beberapa tindakan, pola pikir (mindset) dan beberapa keputusan yang pernah kamu ambil selama ini,  apakah ortu udah siap dengan kepercayaan penuh melepas kamu sebagai "PRIBADI" yang mantap dalam ngambil keputusan sendiri, Kalau setiap harinya kamu masih bertingkah seperti anak kecil yang gak bisa ngatur  dan ngurus diri sendiri, cukup pantas deh kalau orangtuamu masih ngatur-ngatur kamu, karena kamu udah gede aja masih dicekokin, dimanjain, gak mau belajar mandiri, terlepas kamu terlahir dari keluarga yang serba ada yang lengkap segala sesuatunya, kadang malah gak kepikir untuk ngusahainnya sendiri.

Tentang manja, banyak anak yang gak sadar kalau dirinya manja, walaupun sebenarnya banyak yang bilang kalau dia itu emang manja, karena aku juga pernah mengalaminya sendiri. Belajar mandiri, tanggung jawab sama diri sendiri, dan berani ngambil keputusan dengan segala konsekuensinya, gak harus jauh dari orangtua dulu baru bisa mandiri, banyak keputusan (inisiatif) yang wajib dilakukan sebagai tugas anak di dalam keluarga. Jauh-jauh dulu deh dari cari duit sendiri, menjaga dan bisa ngurus diri sendiri itu merupakan salah satu wujud tanggung jawab sederhana anak dalam keluarga.

Sekolah, kuliah, belajar dengan bener dan jadi lebih baik adalah salah satu wujud tanggung jawab anak kepada ortu, walaupun kadang ada beberapa orang yang gak bias ngelanjutin pendidikan, tapi tetap, belajar gak hanya ada disekolahan juga, dari lingkungan kita bisa banyak belajar. Nah, ketika hal sesederhana itu gak bisa ditanggungjawabi anak dengan benar, gimana caranya ortu bisa ngasi kepercayaan lebih besar lagi? Jangan heran, banyak cowo yang setiap langkah diatur sama mamanya dan gak bias ngambil keputusan sendiri kemungkinan besar waktu kecil terlalu dimanja.

Tanggung jawab besar berawal dari rentetan tanggung jawab kecil, basicnya tanggung jawab sama diri sndri. Contoh tanggung jawab kecil lain dalam keluarga, ada lagi yang lain  guys??
Btw, kalau masih ada cowo yang masih suka bilang "terserah" toyorin kepalanya, memble banget ngambil keputusan..
Finally, kamu tahu apa yang terbaik buat diri kamu, pada saat sudah menjadi lebih baik, tak harus meyakinkan orang lain, reputasimu udah otomatis diakui.

-     Temanmu Andik -

Minggu, 10 Maret 2013

Merancang Kematian



Pergaulan mempertemukan kita dengan banyak pribadi yg luar biasa, are you one of them?
keanehanya, kelucuannya, kekasarannya, kemenarikkanya, kekurangannya dan banyak karakter dan juga banyak sifat lainnya, yah tinggal diadopsi dan dieliminasi sesuai dengan kebutuhan. Setidaknya itu bisa buat kita merancang hidup menjadi pribadi yg lebih baik.
Ngomong-ngomong tentang hidup, bagiku hidup adalah merancang kematian, dimana semasa hidup kita diisi dengan hal yang luar biasa, dengan orang yang luar biasa juga. Bagaimana solidaritas, respect, harga diri yang kita bangun.


Hidup ini akan diisi dengan pergaulan, dan itu cukup membuktikan, kalau kita manusia adalah mahkluk sosial. semakin luas social circle semakin banyak papan bunga ketika kita mati nanti.
Kedengarannya aneh, tapi apapun itu kematian, setidaknya mereka yang akan kita tinggalkan lebih banyak terkenang hal luar biasa tentang kita. acara kematian kita nanti sekarang udah disusun, bukan banyaknya mereka yang datang ketika kamu bersukacita, tetapi berlimpahnya RESPECT ketika berduka, bukannya haus akan RESPECT, tapi respect itu akan datang sendirinya ketika udah banyak membantu, paling tidak menginspirasi orang lain.
Apa yang bisa dikenang dari kamu ketika mati nanti?
Kalau mati aja gak ada yang peduli, cukup disayangkan, bukan cukup lagi tapi SANGAT disayangkan. Even setelah mati ga merasakan apa2 lagi, setidaknya mereka yang ditinggalkan punya banyak kenangan luar biasa yg buat mereka jauh lebih baik.
Tentang acara kematian, Etnis batak punya tradisi yang cukup aneh (mungkin) beberapa orang. Orang batak gitu sih, kenapa pesta kematian orangtua (saur matua) *cari di google aja artinya* sangat berbahagia? duka yang bercampur suka, karena si orangtua ini sudah berhasil nyelesain tugasnya di dunia. 1. Membesarkan anak-anaknya sampai sukses 2. Semua anak-anaknya udah menikah (dan ini salah satu hal yg luar biasa bagi orang batak). Orang batak, pas acara kematian banyak yang datang? ntah itu kerabat atau saudara, menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih dulu mati, dan mengasihi mereka yang telah ditinggalkan.
Aneh memang, mengeluarkan biaya yang besar untuk sebuah upacara kematian, sebenarnya itu ga sebanding dengan hal yg luar biasa yang udah pernah dilakukan untuk diri sendiri dan oranglain juga.
Udah dulu tentang mati-matian, ini bukan tentang pencapaian surga atau neraka yang ntah dimana, punya tempat di hati banyak orang itu cukup menjadi surga bagi orang lain di dunia.
Udah berpikir untuk merancang kematian? J

~ Andik Charmerciello ~

Jumat, 22 Februari 2013

Sinetron, Drama dan Hedonisme


Ntah kenapa tontonan TV skrg udah gak banyak lagi yang menarik minat untuk di tonton, kalau berita boleh lah...

tau sendirilah gimana kualitas acara TV sekarang, kalo menurutku pribadi kurang menarik utk ditonton, kamu (Yes/No) ?

Paling nonton TV itung-itung untuk buat ngantuk, udah ngantuk langsung matiin, berfungsi juga TV-nya :D 

Ntah kamu kepikiran juga? acara TV skrg banyak ngejar rating, keuntungan semata dan tidak peduli apakah acaranya mendidik atau menipu.

Acara TV sekarang yang memiliki rating tinggi adalah sinetron dan drama, ditayangin saat primetime, banyak mata tertuju ke acara TV itu...duhhh



Mulai dari emak-emak, anak gadis, ABG tanggung hingga anak kecil serius banget nonton drama itu, sampai episode 300 juta :D

"Mereka" begitu manisnya duduk nonton sinetron, saking seriusnya kadang mau marah sendiri, ngomong sendiri, gelisah.. terbawa emosi XD 

Kalau dekat mereka yang nonton sinetron, jangan coba untuk ganti channel, biar iklan sekalipun, kalau gak mau dilempar XD

Boleh pegang remote control, yang penting gak dipencat-pencet, sebisa mungkin untuk duduk manis juga lah daripada dicubit,

Dipencet juga gapapa kok, asal batre remotenya dilepas dulu :D

Gaa da yang salah untuk nonton sinetron dan drama, kalau hanya sekedar utk hiburan, toh sebenarnya itu hanya hiburan belaka...

kamu harus garis bawahi "Kisah ini hanya fiktif belaka, jk ada kesamaan tempat, nama, & cerita adalah hanya faktor kebetulan belaka


Walau pada kenyataannya apa yang diceritakan di sinetron dan drama, banyak yang nggak sesuai dengan realita, terlalu dipaksakan,,, :

Sinetron dan drama itu hanya sebuah fiktif belaka, bukan kisah yang benar2, khayalan dari penulis skenarionya, jgn mentah2 ditelan..

Jadi wajar, banyak hal2 yang mustahil di dalam cerita sinetron dan drama, dibuat menjadi kenyataan, terlalu?          

Di sinetron dan drama, segala sesuatu bisa terjadi begitu saja, semua serba kebetulan, mengandalkan keberuntungan...mengada-ada...

Di sinetron dan drama: Glamoritas, kecantikan dibuat menjadi tolak ukur kebahagiaan, selain dari itu kamu lagi belum beruntung (sial).

Liat aja di sinetron, anak sekolah yang gegayaan hidup glamor, stylist, modis, dan pola hidup yang konsumtif, itu dibuat jadi tolak ukur..

Pamer gadget, pamer kekayaan, gaya hidup glamour... Hedonisme!!

Banyak yang DIPAKSAIN di kehidupan nyata (realitas) apalagi soal materi, bertindak sesuka hati, terlepas dari mereka yang serba berlebih...

"Sinetron dan Drama, itu hanya fiktif dan hiburan belaka", buat apa nyontek yang hal gak benere.. why so serious? :)

Klo kamu masih nanggapin cerita sinetron itu jadi tolak ukur, apa bedanya kamu dengan anak kecil yang sedang menirukan gaya ULTRAMEN. X)

Ngomong2 tentang hedonisme, udah pernah dengar kenyataan?? ada yang jual badan untuk narkoba? yang katanya simbol kemewahan... :|

Udah pernah dengar? seorang anak maksain ortunya untuk dibeliin BB, karena di sinteron itu BB ada simbol pergaulan.. *miris

Ada juga anak gadis meninggalkan ibunya berjalan 2 meter dibelakangnya, karena ibunya penampilannya gak modis.. Ada

Ada juga anak muda maksain dirinya untuk makan ditempat mewah bareng temannya, namun dgn kemampuan pas2an. Ada.

Udah pernah liat, remaja malu dan menolak kunjungan teman2nya ke rumah, karena rumahnya gak mewah, Ada.             



Sinetron itu bukan pembodohan, tapi penonton seharusnya bisa lebih pintar untuk nganalisa fenomena sosial yang ada didalamnya. tanpa menelannya mentah-mentah ~ Andi Charmerciello


 Follow me on twitter @AndiKSiboro

Senin, 21 Januari 2013

"Kendali Diri" by @Eragon_xaver



Bagiku yang mengasikkan saat dibela diri itu adalah saat setelah mengalami latihan ada semacam rasa kita ini merasa kuat , tangguh , dan gak gampang sakit biasanya.

Aku pernah tinggal di desa sangat terpencil demi sebuah tugas dan disana minuman tuak  (sejenis minuman keras) jadi sebuah tradisi, pola piker pemudanya pun primitif. Pernah bayangin gak? Tinggal disuatu daerah yang gak ada listrik, sinyal telekomunikasi , dan pasokan makanan yang terbatas, hanya demi sebuah tugas . Yap, menyiksa sekali, Pernah ada pemuda mabuk dan membawa sebilah kayu besar menghampiri aku karena marah sama aku atas pelayanan yang lambat. Pernah juga pintu tempat jaga ditendang sama beberapa preman kampung sampai hancur karena ga ngasih obat buat mereka ngedrugs.



Saat seperti pengendalian diri bener-bener diuji agar gak emosian. Diam dan tenang menjadi solusinya dan yang terpenting  jangan tunjukan kalau kita takut juga. Oke then, aku ajak mereka ngobrol dengan rasa bersahabat dan bersaudara, aku ngerti anak-anak ini miskin, aku putuskan untuk memberi mereka perhatian lalu validasi ku masukin hati mereka. Sejak saat itu terjadilah kekuatan yang “dilumpuhkan” dengan kelembutan dan kecerdasan , akhirnya mereka manut samaku.

Di kampung itu tempat jaga aku jadi rame sama pemuda nakal , badung , urakan , goblok campur aduk. anyway they were so funny, haus pujian, haus perhatian juga cukup kasih itu mereka luluh ke premanananya. Di kampung itu aku sering dikasih ayam sama mereka yang kami panggang rame-rame, sambil diiringi petikan gitar tentunya. Gila batin aku menjerit " ini tak lebih dari penjara nusakambangan " hanya gitar dan orang gila temenku disini .

Dua tahun berada dipelosok terpencil dibelahan dunia yang tak terjangkau manusia karena daerahnya rawan kecelakaan dan hutan perawan. Hiburan dikala malam kami bersenda gurau, bermain gitar bernyanyi bersama sambil minum tuak khas mereka. Hiburan untukku, orang gila dan bodoh ini , kalo udah mabok preman mereka jadi hilang yang ada hanya badut-badut imut dan tolol joget ala dangdutan . Kesan bersama mereka disana dihutan belantara tempat tugasku dulu "mereka hidup hanya buat makan dan senang itu doang ", Se-preman apapun mereka kalo otaknya udah kita kendaliin dan hatinya udah dipegang mereka akan segan sama kita .


Pernah saat asik bercanda ada yang kesinggung dan ngambil kayu saat minum bersama dan aku tau itu, keduanya aku sidang dan aku marahin . Aku berasa jadi kepala suku disana sudah, mereka dibentak dan dimarahin diam dan mengangguk aja. tapi bukanhanya sebuah bentakan dan gak menyentuh hati . Aku tetap perhatikan dan beretika untuk menghadapi orang beringas bak singa ini. Mereka hanya takut ketika kelemahannya dikuak dan disadarkan. Tapi enaknya tinggal disebuah desa itu pikiran tenang dari hiruk pikuk dunia (kota). Aku ga mikir untuk beli pulsa, pakaian dll , serba sederhana. Kalo naik depeda motor tempat tugas aku dulu saat asiknya itu tanahnya becek dan disana bener-bener licin. pokoknyaa jatuh jadi sarapan setiap hari .


Saat malam , gelap gulita menyapaku hanya lampu listrik kecil temanku , tapi mengeluh gak malah bikin damai saat itu , menikmatin baru damai. semakin aku protes sama apa yang terjadi di daerah aku ditugaskan semakin aku tersiksa , akhirnya aku putusin untuk gak komplen dan menikmatinnya. Malam terasa panjang, siang terasa lama sekali diawal - awal aku ditugasin disan . Anjriiit ini lebih patah hati dari kecewa ditinggal cewe.

Pelajaran hidup di situasi sangat serba sederhana mengajarkan aku bahwa hidup itu harus pintar mencari celah buat dinikmatin .

Coba aja maki keadaannya, pake tanya kenapa, kenapa mulu yang ada malah ngebuat mentalmu jadi rapuh dan akhirnya galau kronis . Bukan hanya memikirkan kepada hal susahnya doank yang buat kamu damai , tapi susah itu dibikin aja menjadi hal yang unik dan sebuah anugerah disana akan ada energi. Saat menikmati makanan yang serba terbatas , tapi tau gak keadilan Tuhan itu dimana , saat disanalah aku malah mrasakan makanan biasa itu nikmat, Masakan apapun disana enak sekali , nikmat sekali. Satu hal , secara kejiwaaan , pikiran yang jauh dari gundah gulana dunia dan tenang itu akan lebih bisa menikmati makanan, Ada kaitannya lo , coba aja kalo lg repot , sibuk , begadang karena suntuk , makan pun jadi gak enak.

Semakin terdesak hidup ini sebenarnya ladang pendewasaan diri dan pembunuh kedewasaan itu keluhan dan tak mencari celah buat maju.

Aku ngedumel , marah , kesal waktu tau aku ditempatkan dipelosok daerah yang aku anggap neraka awalnya, Tapi setelah aku ngelewatin 2 tahun hidup disana , dan sekarang dikota aku senyum2 sendiri , kenapa ? Aku dapat sebuah penghargaan dari sang Pencipta bagaimana menghargai hidup dan belajar arti sebuah kekuatan jiwa. Jadi bahan ketawaan orang pada awalnya namun menjadi pusat perhatian teman kalo ngumpul ingin tau pengalaman aku selama disana.

Banyak yang komentar tentang orang utan , mahluk primitif , tapi mereka jadi pengen kesana pas aku cerita , itulah hal yang unik dan berharga yang aku dapat. Aku banyak bertemu orang hebat disana yang punya pengaruh kuat dimasyarakatnya . Mereka tenang dan jauh dari keluhan hidupnya. Bahkan untuk makan, mereka hanya dengan sambal dan daun singkong aja mereka bisa bercanda sama istri dan anaknya disebuah gubuk yang jauh dari kategori sederhana, “Inilah bahagia batin” aku bergumam. Mereka ngopi sambil ngeroko diteras rumah nya aja sangat nyantai , mereka menikmati hidup ini tanpa merisaukannya.


Cuman para sesepuh ini hebat, mereka tau cara memandang masa depan, anak mereka dikuliahin sampai tanah jawa, Jangan salah mereka justru lebih peduli dengan pendidikan, anak mereka sukses-sukses mengejar cita -citanya . Ini juga yang bikin aku kaget. Seakan gak percaya orang dengan penampilan compang camping makan pake sambal , tinggal digubuk anaknya kuliah diuniversitas hebat.

Itu hanya secuil kenangan bersama para penghuni hutan belantara tempat tugasku dulu , kalian luar biasa semua saudaraku . Sekian tuiiipsss cerita pertualanganku,

Sahabatmu Eragon Xaver

Nothing special , but Special attitude |just enjoy my simple life| Alumni Hitmansystem | mempunyai Tatapan Mata suci |Pembaca Karakter tanpa Tarot


Jumat, 11 Januari 2013

My Dad was a very gentle, Oh sweet man



My dad was a very gentle, oh sweet man

My dad also happened to be an intellectual, as learned, literate, informed, he was my wise and gentle teacher..



Oh bapak....
Kelak pria akan menjadi bapak, bapaknya anak-anak, suami dari istri, kakek dari cucu.

Oh bapak - bapak...

Menjadi bapak2, jiwa yg besar hati, hangat, lembut, pria yg ditakdirkan untuk sesuatu yg jauh lebih besar daripada yang pernah diperkirakan

Yap, gentle soul, a guy who is destined for something a lot larger than he ever expected, may us? can we?

Bapak, hidupnya keras, tetapi kita mendapat banyak hal yg menyenangkan, gak sepenuhnya tentang UANG, lebih dari itu, we had a lot of fun..

Bapak, dia ngasi tahu aku gimana caranya untuk hidup, lihat dia hidup, dan membiarkan kita mengamatinya terus melakukan itu.. oh sweet man

Your Son

~ Andi Charmerciello ~

Selasa, 08 Januari 2013

Anak Kesayangan



Ada yang merasa menjadi anak kesayangan, dan diperlakukan spesial, atau ingin diperlakukan spesial?
Disebuah keluarga pasti ada aja julukan anak kesayangan, baik itu penilaian dari diri sendiri, atau penilaian dari anggota keluarga. Ayah dan ibu tentu masing-masing memiliki anak kesayangan  jarang mengakui karena takut dibilang gak adil, or ngabaikan anak yg lain.


Setiap ortu cenderung mengatakan mmperlakukan sama anak2nya, tapi anak-anak (kita) kadang mengganggap tidak diperlakukan sama masing-masing, ya kan? Gak sedikit anak, sering merasa diperlakukan gak adil (gak sama rata) sama ortu, baik anak yang masih kecil atau udah gede. Anggapan ketidaksamaan jatah perhatian, membuat beberpa anak menggangap ortu pilih kasih, dan berlaku gak adil. Beberapa anak memanifestasikan kekesalannya tersebut menjadi seorang pendiam, ada juga yg marah berontak. Merasa tidak diperlakukan adil, ada anak yang menuntut ortu untuk memberinya lebih dengan bertindak gak sesuai kemauan ortu, sebagai usaha cari caper (cari perhatian) (mungkin). 
Respon marah ortu yang gak suka liat tindakan anak yang gak sesuai harapannya, membuat si anak merasa (semakin) gak diperlakukan adil dan akhirnya mencari pelarian, bahkan berbuat yang gak sesuai dengan batas kenormalan, Ada juga anak yg menganggap tidak diperkukan adil, menjadi sosok pendiam dengan memendamnya sendiri, menjadi kecemburuan terselubung.
Ortu (merasa) sudah berlaku adil pada anak (pendiam) ini, disisi lain anak merasa kebutuhannya belum terpenuhi. Perasaan yang dipendam dalam diam menjadi bom emosi, siap meledak kapan saja. Dendam pembuktian diri. Mungkin, memberi perhatian secara merata dan adil kpd anak memang hampir gak mungkin, setiap ortu pasti ada anak kesayangan , mereka cuma gak menulis dan melisankannya, karena takut dibilang gak adil. Tanya deh.. Kalo mmg menggangap diri sendiri bukan sebagai anak kesayangan, setidaknya ortu akan memberikan perhatian buat salah seorang anak yang memang membutuhkan. Misalnya Ketika kakak kamu kakinya luka berdarah, dan pada saat yang sama kamu ingin dibuatin susu juga,  Nah prioritas utama kasih saying ortu lebih kesiapa?? Tentunya akan diberian kepada yang lebih membutuhkan. Nah masalahnya Kalau keduanya sama-sama membutuhkan porsi perhatian dan perlakuan yg sama? Jika masalahnya seperti itu sebagai pribadi yang berpikir, paling nggak sebagai ortu bertindak wajar, dan berlaku seadil-adilnya, Ah mungkin... Ini mungkin... *belum punya anak soalnya
Ya gak semuanya bisa beruntung, bisa diperlakukan adil, kita udah gede.. setidaknya kita sbg anak bisa berlaku adil sama ortu kita.. Walaupun ortu punya kesayangan, ya paling nggak setiap anak bisa dibuat merasa sebagai anak kesayangan. Misalnya aja kamu punya anak 11, bisa dibuat jadi klub bola :D,  Setiap orangnya sebaiknya diperlakukan spesial.. ada Kiper favorit, bek favorit, striker favorit, atau cadangan, dan ada bahkan pemain terbaik, Setiap pribadi itu unik, sehingga hampir kurang tepat kalau semua bias diperlakukan sama. analoginya mempunyai kemampuan Kiper, layaknya diperlakukan kiper.. Striker ya striker, seorang pemimpin layak diperlakukan sebagai kapten.
 By the way, urutan kelahiran ada pengaruh gak terhadap perhatian ortu ke anak... ??? Urutan kelahiran salah satu faktor yg mempengaruhi perkembangan prilaku, walaupun belum tentu juga. Anak ke-2 banyak belajar (mengamati) anak ke-1, anak ke-1 sibuk membangun karakter agar jatah perhatian tetap utknya. Sementara anak-1 sibuk self-improvement, anak ke-2 menjadi pencontek yg bijak, mengamati, meniru, dan punya peluang besar untuk lebh koreksi.
Dengan mengabaikan pernyataanku tadi, dari pengamatan kamu disekitar, lebih mandiri mana anak-1 atau anak-2? Mungkin lain kali kita bahas lagi...
Kamu merasa anak kesayangan?? Saatnya kamu spread love kamu ke keluarga, keluarga akan lebih sayang sama kamu.. J

Temanmu - @AndiKSiboro



Kamis, 20 Desember 2012

5 Jenis Cinta



Beberapa ilmuwan yang menyebutkan bahwa ketertarikan pada seseorang bisa terjadi dalam 1 sampai 4 menit sejak kita melihat orang tersebut. Pada 4 menit pertama itu dalam hati kita akan mempertimbangkan apa kita betul-betul tertarik padanya ingin mengenalnya lebih jauh atau cukup sampai disitu saja. Nah cinta itu ada tingkatannya. Dan kita bisa aja merasakan dua tingkatan cinta dalam satu waktu. Yuk bahas!




- Ludos -

Kalau kamu Cuma iseng-iseng aja dan nggak menganggap jatuh cintamu sebagai hal yang serius. Apa ya istilahnya? Bukan Monkey Love atau Puppy Love… soalnya benar-benar cuma buat iseng. Buat sekedar ‘ngisi waktu’. Cuma suka ngeliatnya aja sama sekali nggak ada keinginan untuk mengenal lebih jauh. Just for fun. Mungkin cinta pada selebritis bisa dikategorikan jenis ini.

- Eros -
Cinta yang mendalam yang bisa membuatmu lupa diri sehingga tidak bisa tidur di waktu makan dan tak bisa makan di waktu tidur (lho?). Setiap hari rasanya ingin bertemu dengan sang pujaan hati selalu ingat dia kapan saja di mana saja. Kamu juga berpikir kalau pacarmu adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan hanya untukmu. Yah istilahnya.. lagi ‘hot-hot’-nya deh! Cinta jenis ini biasa terjadi kalau hubungan asmara sudah lewat dari 3 bulan. Paling banyak menjangkiti newbie couple alias pasangan baru.


- Mania-
Nah kalau kamu mulai merasa menjadi bagian dari doi mulai posesif dan jadi cemburuan karena takut kehilangan berarti kamu sudah terjangkit cinta jenis ini. Hati-hati cinta jenis ini bagaikan pisau bermata dua. Salah-salah bisa jadi penyebab putusnya hubungan kalo nggak hati-hati. Soalnya nggak ada orang yang mau di kekang dengan perasaan posesif yang berlebihan sekalipun oleh pacarnya sendiri. (Baru pacar doang udah cemburuan and sok ngatur? Beh gimana nanti kalo udah married?)

  
- Storge -
Cinta yang kamu rasakan setelah umur hubunganmu dengan pacarmu berusia antara 6 sampai 12 bulan. Doi sudah menjadi pacar tetapmu tapi tidak lagi membuatmu tergila-gila. Tentu saja kamu tetap memikirkannya dan senang bila dia berada di dekatmu tapi kalo nggak juga nggak apa-apa. Pada tingkatan ini kamu juga udah merasa cukup nyaman untuk lebih terbuka pada pacarmu dan nggak keberatan berdebat dengannya. Pada tingkatan ini biasanya yang namanya jaim udah mulai meluntur. Dan biasanya sifat-sifat asli yang sempat ‘ditahan’ mulai terlihat pada phase ini. Jangan kaget kalo kamu nggak sengaja nangkep basah cowokmu ngupil ato bersendawa keras-keras di depanmu. Hal ini berarti dia sudah merasa nyaman dengan keberadaanmu di sisinya sehingga nggak canggung atau sok jaim lagi di depanmu. Dan kamu boleh melakukan hal yang sama ^^ tapi tetap jaga sopan santun!

- Pragma -
Cinta gaya ini biasanya mulai terasa bila hubungan sudah berumur 12 sampai 18 bulan ke atas. Kamu nggak lagi ‘lupa makan lupa tidur’ karena doi. Tapi kamu ingin tetap bersamanya karena kamu pikir doi bisa jadi ‘teman’ yang baik yang sangat mengerti kamu. Getar-getar yang timbul saat kalian saling bertatapan atau berpegangan tangan sudah nggak kerasa lagi. Bisa dibilang ini tingkatan yang paling ‘dewasa’. Karena bagi yang sudah cukup umur mereka bisa memutuskan untuk menikah setelah merasa mantap berada di phase ini.