Kamis, 25 Oktober 2012

DIA TAHU





Jadi, mengapa kita selalu harus ngeluh? GALAU
tiap bangun pagi  selalu ingin matahari bersinar,
tapi Ia tahu bahwa hujan harus turun…..

Kita menyukai suara tawa dan sorak sorai kegembiraan, tapi hati kita akan hilang kelembutannya, kalau kita gak pernah menitikkan air mata.

Penderitaan dan kesedihan adalah ibarat ujian…ingat ini adalah ujian bukan hukuman…lulus atau gak lulus?? karena hidup adalah belajar untuk menghadapi hari esok…dan seharusnya kita siap untuk itu..

 
                                                                           "To pray like a kid, again"

Karena pohon besar yang selalu kamu lihat dijalan2 yang kamu lalui kalo mau pergi ke kantor, kesekolah, kampus itu sedang tumbuh, akan menjadi kuat
 
Apabila mereka tahan terhadap terpaan badai, yang tumbang akan musnah…
pernah liat ukiran batu??? indah?? berjuta  sayatan tajam sebuah pahat pada sebuah batu marmer yang keras menjadikanya lebih indah dan berbentuk.



"Ia tidak pernah “menyakiti” kita tanpa tujuan dan Ia tidak pernah menyia-nyiakan kita"


 Karena setiap kehilangan yang Ia ijinkan selalu diikuti dengan berkat.



Dan ketika kita hitung berkat melimpah yang Ia berikan,
tidak ada alasan bagi kita untuk menggerutu dan tidak ada waktu untuk meratap! ngeluh, stresss, galau, dan lain-lain

Karena Ia mengasihi umat-Nya
Dan bagi Dia tidak ada sesuatu yang tersembunyi.

Maka Ia tidak selalu memberi kita kesenangan,
bila kebutuhan jiwa kita yang terdalam adalah penderitaan.

Jadi bila kita berada dalam kesulitan dan
apabila segala sesuatu berjalan tidak lancar,
adalah Tuhan yang sedang bekerja dalam diri kita
untuk membuat kita menjadi kuat, sadar gak?

ORA ET LABORA.

Pray is not about waiting for the answer but how us found
the REASON of all that has happened. be mature. :)





Kamis, 18 Oktober 2012

Penalaran ( Reason )




Reason, is the capacity for making sense of things, for establishing and verifying facts, and changing or justifying practices, institutions, and beliefs based on new or existing information. It is closely associated with such characteristically human activities as philosophy, science, language, mathematics, and art, and is normally considered to be a definitive characteristic of human nature. The concept of reason is sometimes referred to as rationality and sometimes as discursive reason, in opposition to intuitive reason.

Reason or "reasoning" is associated with thinking, cognition, and intellect. Reason, like habit or intuition, is one of the ways by which thinking comes from one idea to a related idea. For example, it is the means by which rational beings understand themselves to think about cause and effect, truth and falsehood, and what is good or bad.
In contrast to reason as an abstract noun, a reason is a consideration which explains or justifies some event, phenomenon or behaviour. The ways in which human beings reason through argument are the subject of inquiries in the field of logic.

Ini aku terjemahkan melalui goggle translate :

Alasan, adalah kemampuan untuk membuat rasa hal, untuk membangun dan memverifikasi fakta-fakta, dan mengubah atau membenarkan praktik, lembaga, dan keyakinan berdasarkan informasi baru atau yang sudah ada. Hal ini erat kaitannya dengan kegiatan khas manusia seperti filsafat, ilmu pengetahuan, bahasa, matematika, dan seni, dan biasanya dianggap sebagai karakteristik definitif sifat manusia. Konsep alasan kadang-kadang disebut sebagai rasionalitas dan kadang-kadang sebagai alasan diskursif, bertentangan dengan alasan yang intuitif.

Alasan atau "penalaran" dikaitkan dengan pemikiran, kognisi, dan intelek. Alasan, seperti kebiasaan atau intuisi, merupakan salah satu cara dimana pemikiran berasal dari satu ide ke ide yang terkait. Sebagai contoh, itu adalah sarana yang makhluk rasional memahami diri mereka sendiri untuk berpikir tentang sebab dan akibat, kebenaran dan kepalsuan, dan apa yang baik atau buruk.

Berbeda dengan alasan sebagai kata benda abstrak, alasan adalah pertimbangan yang menjelaskan atau membenarkan beberapa peristiwa, fenomena atau perilaku. Cara di mana manusia alasan melalui argumen adalah subjek pertanyaan dalam bidang logika.


Sumber : Reason, From Wikipedia, the free encyclopedia

Hal yang berkaitan :
- Menstimulus Otak 
- Think about yourself

Rabu, 17 Oktober 2012

Mencari Teman sejati (?)


Udah menemukan teman sejati? Pernah mengangap seorang teman sejati, tapi akhirnya dikecewakan, sakit hati? Kemudian jadi musuh?. Banyak diantara kita yang merasakan keadaan ini, mungkin kamu yanglagi baca ini juga pernah merasakan.
Pada saat ini mungkin adalah masa pencarianmu terhadap teman sejati. Banyak juga yang berharap menemukan teman sejati, bia berbagi bersama sedih ataupun senang, dimana teman sejati selalu ada.
bukannya aku gak percaya atau pesimis dengan keberadaan sesesosok teman sejati. Tapi Sampai kapanpun, tidak bisa menemukan teman sejati, kalau kamu gak bisa jadi teman sejati, karena setiap orangpun sedang mencari. 

Jadi kalau sampai sekarang belum menemukan teman sejati, berarti kamu belum bisa jadi teman sejati, karena setiap orang juga (sedang) masih mencari.  Masih mau nuntut seseorang jadi teman sejatimu? Kalau memang kamu itu teman sejati, kecil kemungkinan kamu dikecewakan. Tapi gak juga sih, karena setiap orang sibuk memikirkan dirinya masing2, gak adil? Memang dunia gak pernah adil teman, sama seperti kamu juga pengen dianggap "teman sejati". :p Teman sejati gak pernah nuntut apa2, dia enjoy berteman dengan siapa saja, kalau memang kamu orangnya benar friendly, senang bisa berteman denganmu.



Akhirnya, muncul sebuah pertanyaan yang patut jadi renungan “Sudah menjadi teman sejatikah anda??”
From temanmu, Andik Charmerciello

Baca juga : Teman Lama


BB-nya Mengalihkan Wajahmu




Pernah ngajak jalan dan ngobrol sama seseorang? Pasti udah pernah donk, apalagi kalau diajak, seringg :D lumayan gratisan.. Nah pasti kalau udah ketemuan dan jalan, asiknya itu ngobrolkan? asik kalo ngobrolnya nyambung. kalo gak nyambung dan diem-dieman?? Ya tapi terkadang kamu jadi merasa illfeel saat kamu mau ngobrol ataupun lagi sedang ngobrol, lawan bicara kamu lebih asik dan doyan main-main HPnya. (gadget : red). atau jangan-jangan itu KAMU... ngaku...


Tapi kamu gak bisa secara sepihak untuk nyalahin mereka. Yap, tapi ini fakta yang harus kamu terima , mereka memang  menunjukkan kurang atau tidak ada rasa ketertarikan untuk berinteraksi lebih dalam sama kamu. Tapi apapun itu tetap gak ada respect deh buat mereka yang lebih sibuk dengan gadgetnya. Kasian…
Memang terkadang yang buat seseorang itu main BB waktu lagi ngobrol,  ya karena memang gak tertarik sama kamu. ya memang lo lagi redup aja.. Tertiup angin :D , Seakan terhempas ya kalau dicuekin gitu, (butiran debu kali ya :D).  Dia cuek lebih care sama BBnya, 1. Nilai kamu dibawah atau standard harga BB. 2. Dia memang gak menghargai sama sekali. :D dan  3. Sekedar menghargai ajakanmu..

Makanya cari teman ngobrol itu harus pintar2, pilih yang gak punya HP, atau maksimal Nokia 2100 lah :D (just kidding). Kalo dia udah terserang gejala BB addict? Ga segampang itu bisa merubah orang, lepas dan tinggalkan..kamu juga kadang gak mau untuk diingatkan kan, dinasehati, atau diminta untuk berubah. ok adil kan? Ya kalo sesama penggila BB, kamu kan bisa ikutan addict juga tuh.. Ngobrolnya via bbm-an aja walaupun saling berhadapan.. Lucuuuuu :D
Tapi yakinlah teman, kalau memang dari awal pribadimu itu menarik, dan ngobrol asyik pasti dia bakal simpan tu BBnya.. tenang deh, setiap masalah ada solusinya..

Daripada kamu bingung dan stuck mending baca ini deh… Ngobrol Asik dan Jadi Pribadi yangFUN atau ini juga gak kalah bagus kok... 60 MenitMenjadi Pribadi Menarik

 mending persiapkan diri mu teman...

Ya kalau orang yang kamu ajak ngobrol itu tetap bertingkah seperti itu, kamu harus berani.. tinggalkan, masi banyak diluar sana yang bisa menggunakan akal dan pikirannya untuk respect!!
- Andik Charmerciello

SelfNote:Jika dia mempersulit pertemuan dan payah pada saat ketemuan, maka saatnya untuk mundur dan menghilang. Ada banyak orang lain yg layak didekati dan bisa bersikap lebih kooperatif...why so serious??